SULAWESI TENGGARA — Angka tersebut mengukuhkan kendaraan listrik sebagai segmen elektrifikasi terlaris, unggul jauh dari hybrid (8.215 unit) dan PHEV (2.402 unit). Sepanjang semester I 2026, total distribusi mobil listrik telah menyentuh 69.739 unit, setara dengan pangsa pasar sekitar 16 persen dari keseluruhan penjualan nasional.
Jaecoo J5 kembali mempertahankan takhtanya sebagai model listrik paling laris dengan distribusi 3.041 unit. SUV asal China ini menjadi satu-satunya andalan pabrikan Jaecoo di pasar mobil listrik Indonesia.
Kejutan datang dari BYD. Meski secara total BYD mendistribusikan 3.439 unit, performa individu modelnya patut dicermati. BYD Atto 1 versi terbaru langsung melesat ke posisi kedua dengan penjualan 2.249 unit. Pada bulan sebelumnya, tak satu pun model BYD yang masuk jajaran 10 besar.
Geely menempati peringkat ketiga secara agregat berkat dua modelnya. Geely EX2 menjadi kontributor utama dengan distribusi 1.618 unit, disusul EX5 yang terjual 348 unit. Total distribusi Geely pada Juni mencapai 1.966 unit.
Wuling membukukan distribusi 1.351 unit untuk seluruh lini mobil listriknya. Model andalan mereka, Wuling Eksion EV, menempati peringkat kelima dengan penjualan 539 unit.
Berikut adalah model-model yang masuk dalam daftar 10 besar penjualan mobil listrik wholesales periode Juni 2026 versi Gaikindo:
Dominasi Jaecoo J5 yang konsisten menegaskan bahwa segmen SUV listrik entry-level masih menjadi primadona. Sementara itu, kehadiran BYD Atto 1 versi baru berhasil mengubah peta persaingan di papan atas. Strategi pembaruan model terbukti menjadi senjata ampuh mendongkrak penjualan di tengah persaingan yang kian ketat.