JAKARTA — Kemenangan tipis 2-1 atas Norwegia di perempatfinal Piala Dunia 2026 tak membuat Thomas Tuchel berpuas diri. Pelatih asal Jerman itu justru menyoroti rentetan kesalahan yang hampir membuat timnya tersingkir lebih awal.
Dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi FIFA, Tuchel tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menegaskan bahwa hasil akhir yang positif tidak bisa menjadi tameng untuk menutupi buruknya permainan yang ditunjukkan anak asuhnya.
"Hari ini kami mempersulit diri sendiri. Hasilnya memang fantastis karena kami lolos ke semifinal, tetapi saya tidak senang dengan penampilan kami. Kami beruntung hari ini. Kami harus bermain lebih baik," ujar Tuchel dengan nada tegas.
Jalannya pertandingan sempat mengejutkan publik. Norwegia berhasil unggul lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup, membuat Inggris harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan keadaan. Dua gol dari Jude Bellingham akhirnya memastikan kemenangan Inggris dan mengantarkan mereka ke babak empat besar.
Namun, Tuchel memperingatkan bahwa performa seperti ini tidak boleh terulang jika Inggris ingin melangkah lebih jauh. Menurutnya, keberhasilan mencapai semifinal justru harus menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk berpuas diri.
Berbeda dengan pelatihnya, Bellingham melihat sisi lain dari kemenangan ini. Gelandang muda Real Madrid itu menilai kemenangan lahir dari karakter dan kegigihan seluruh tim yang tidak pernah menyerah meski dalam tekanan.
"Karakter dan kegigihan membawa kami melewati pertandingan ini. Bahkan ketika permainan kami tidak berjalan baik, kami memberikan segalanya," kata Bellingham.
Dengan hasil ini, Inggris dipastikan akan berhadapan dengan pemenang laga antara Argentina melawan Swiss di babak semifinal. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad asuhan Tuchel untuk membuktikan apakah mereka mampu tampil lebih konsisten atau kembali mengandalkan faktor keberuntungan.