Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dianugerahi Gelar Adat Muna Sangia Tilano Lia Metaduno di Liang Metanduno

Penulis: Lendra Saputra  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 17:26:23 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima gelar adat Sangia Tilano Lia Metaduno di Liang Metanduno, Muna.

MUNA — Lembaga Adat Muna bersama tokoh adat dan agama resmi menganugerahkan gelar kebangsawanan sakral kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Gelar Sangia Tilano Lia Metaduno disematkan langsung oleh Ketua Lembaga Adat Muna La Ode Muhammad Ruslan di hadapan Bupati Muna Bachrun dan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka.

Apa Makna Gelar Sangia Tilano Lia Metaduno?

Secara harfiah, gelar ini memiliki arti "pemimpin pelindung yang bercahaya, bijaksana, dan menjadi teladan bagi masyarakat luas." Dalam bahasa Muna, "Sangia" merujuk pada sosok pemimpin yang dihormati dan arif. "Tilano Lia" berarti cahaya yang terpancar dari kedalaman, sementara "Metanduno" merujuk langsung pada situs Liang Metanduno yang menjadi saksi peradaban tertua di dunia.

Alasan Pemberian Gelar: Lukisan Cadas Tertua di Dunia

Pemberian gelar ini bukan tanpa alasan. La Ode Muhammad Ruslan menjelaskan, keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas penetapan lukisan cadas tertua di Liang Metanduno sebagai lukisan tertua di dunia yang terjadi di masa kepemimpinan Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan. Lukisan yang diperkirakan berusia 67.800 tahun itu menjadikan Kabupaten Muna sebagai pusat perhatian dunia arkeologi.

"Di mana Liang Metanduno yang mendunia, tertua dengan usia 67.800 tahun terwujud di era kepemimpinan Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon, terwujud di era kepemimpinan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, dan terwujud di era kepimpinan Bupati Muna Bachrun," jelas Muhammad Ruslan.

Harapan dari Lembaga Adat untuk Menbud Fadli Zon

Ketua Lembaga Adat Muna berharap gelar kehormatan ini semakin mempererat hubungan silaturahim antara Fadli Zon dan seluruh masyarakat Muna di mana pun berada. "Semoga dengan gelar kehormatan ini senantiasa mendapatkan Ridho dari Allah SWT, dan yang paling penting adalah mempererat hubungan silaturahim antara Bapak Menteri dengan masyarakat Muna di mana saja berada," ujarnya.

Kapan Gelar Disematkan? Bertepatan dengan Festival Liangkabori

Prosesi pemberian gelar adat tersebut berlangsung saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Muna sekaligus membuka Festival Liangkabori. Acara ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempromosikan situs prasejarah Liang Metanduno sebagai warisan budaya dunia yang baru saja diakui.

Selain kepada Fadli Zon, Lembaga Adat Muna juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Bupati Muna Bachrun atas dukungan mereka sehingga penetapan lukisan cadas tertua di dunia bisa terwujud di Kabupaten Muna.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top