Senat UHO Kendari Sahkan Tiga Kandidat Rektor Periode 2026–2030, Prof Ida Usman Raih Suara Terbanyak

Penulis: Lendra Saputra  •  Senin, 13 Juli 2026 | 12:07:32 WIB
Prof. Ida Usman memimpin perolehan suara dalam pemilihan calon rektor UHO periode 2026–2030.

KENDARI — Prof. Ida Usman memimpin perolehan suara sementara dengan raihan 15 suara dalam pemilihan calon rektor Universitas Halu Oleo (UHO). Ia unggul dari Prof. Takdir Saili yang mengantongi 11 suara dan Dr. Herman dengan 10 suara. Ketiganya kini akan menjalani tahapan seleksi berikutnya di tingkat kementerian.

Ketua Senat UHO Prof. Jamili menjelaskan bahwa pemungutan suara berlangsung selama dua jam dalam rapat tertutup yang dijaga ketat oleh petugas keamanan kampus, aparat kepolisian, dan TNI. "Kandidat yang memperoleh akumulasi suara terbanyak dari Senat dan Kementerian akan ditetapkan sebagai Rektor UHO periode 2026–2030," ujarnya di Kendari, Jumat.

Bagaimana Mekanisme Penentuan Rektor Terpilih?

Proses pemilihan tidak berhenti di tingkat senat. Tiga nama yang lolos akan dikirim ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk menjalani penelusuran rekam jejak, pemeriksaan berkas administrasi, serta wawancara. Setelah evaluasi dari kementerian rampung, Senat UHO bersama pihak kementerian akan menggelar pemungutan suara akhir.

Rektor terpilih nantinya ditentukan berdasarkan akumulasi suara gabungan dengan proporsi tertentu. "Bobotnya 65 persen hak suara senat dan 35 persen hak suara menteri," jelas Prof. Jamili.

Nasib 7 Bakal Calon Lainnya

Selain tiga besar, terdapat tujuh bakal calon rektor lainnya yang juga memperoleh suara dalam rapat senat. Prof. Edi Karno mendapat lima suara, Prof. Ruslin tiga suara, Prof. La Ode Santiaji dua suara, dan Prof. Yusuf Sabilu satu suara. Sementara itu, Prof. Ma’ruf Kasim, Dr. Muliddin, dan Prof. Baru Sadarun tidak memperoleh suara, dan satu suara dinyatakan abstain.

Proses pemilihan yang berlangsung tertutup ini merupakan bagian dari tata kelola perguruan tinggi negeri di Indonesia. Pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan TNI disebut untuk memastikan situasi tetap kondusif selama rapat berlangsung.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top