KENDARI — Lima skema beasiswa ditawarkan LPDP pada seleksi tahap II tahun ini. Mulai dari Beasiswa STEM Industri Strategis, Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics), Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, Beasiswa Keolahragaan, hingga Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional lewat jalur Doctor by Research.
Salah satu perubahan signifikan pada seleksi tahun ini adalah pengakuan terhadap sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Peserta dari kategori tertentu kini boleh menggunakan hasil TOEFL-equivalent yang diterbitkan oleh 35 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Halu Oleo (UHO).
Selain itu, LPDP juga memperluas daftar universitas unggulan tujuan beasiswa. Dari semula 17 perguruan tinggi, kini menjadi 31 perguruan tinggi. Sebanyak 14 universitas tambahan dikhususkan bagi program studi STEM.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, mengungkapkan data per 14 Juli 2026 menunjukkan jumlah penerima beasiswa asal Sultra telah mencapai 501 orang. Dari jumlah tersebut, 304 orang telah menyelesaikan studi, 144 orang masih menjalani pendidikan, dan 53 orang berada pada tahap persiapan studi.
Mayoritas awardee memilih melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri, yakni sebanyak 392 orang. Sementara itu, 109 awardee lainnya berhasil menempuh studi di berbagai universitas luar negeri.
Program Magister (S2) masih menjadi jenjang paling diminati dengan persentase sekitar 66 persen. Disusul program Doktor (S3) sebesar 25 persen, dan sisanya merupakan penerima beasiswa program spesialis dan non-gelar.
Kota Kendari menjadi daerah dengan jumlah penerima Beasiswa LPDP terbanyak di Sultra, yakni 170 awardee. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Muna dengan 65 awardee, disusul Kota Baubau sebanyak 56 awardee.
Universitas Halu Oleo (UHO) tercatat sebagai perguruan tinggi asal dengan jumlah penerima LPDP terbanyak di Sultra, mencapai 119 awardee. Dwi Larso mengapresiasi penyebaran awardee yang cukup merata di berbagai kabupaten dan kota.
“Kalau kita melihat data dari Sultra, sudah di atas 500 orang yang menerima Beasiswa LPDP. Ini membanggakan. Yang lebih membanggakan lagi, penyebarannya tidak terpusat di satu kabupaten atau kota, tetapi cukup merata di berbagai daerah,” ungkap Dwi kepada awak media, Kamis (16/7).
LPDP menggelar sosialisasi di Kota Kendari, Baubau, dan Kabupaten Wakatobi untuk mendekatkan informasi program kepada masyarakat Sultra. Dwi Larso mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengenal secara rinci berbagai skema beasiswa yang tersedia.
“Kami ingin lebih mendekatkan LPDP kepada masyarakat. Ternyata masih banyak yang belum terlalu tahu LPDP. Dengan kami hadir langsung, masyarakat bisa lebih nyaman, lebih tahu, bahkan bisa bertanya langsung kepada kami,” ujar Dwi.
Ia optimistis jumlah penerima Beasiswa LPDP asal Sultra pada 2026 akan terus meningkat. Sebab, banyak awardee dari dua hingga tiga tahun lalu yang sudah lulus, sehingga dananya bisa dialokasikan untuk penerima baru. Pendaftaran masih dibuka hingga 31 Juli 2026.