SULAWESI TENGGARA — Realme mengkonfirmasi akan meninggalkan pasar China untuk fokus menggarap pasar global, termasuk Eropa. Pengumuman ini disampaikan oleh Vice President Realme, Shen Qi, melalui unggahan di Weibo, platform media sosial asal China.
Shen Qi menjelaskan bahwa bagi merek muda seperti Realme, belajar untuk "fokus" membutuhkan keberanian lebih besar daripada sekadar bergerak mengikuti inersia. Ia menyebut keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang.
"Realme akan menekan tombol jeda di pasar China. Kami akan mengkonsentrasikan sumber daya untuk mengembangkan pasar luar negeri, berfokus pada performa dan gaming, serta menghadirkan teknologi mutakhir ke dunia," tulis Shen Qi dalam pernyataannya.
Bagi pengguna Realme yang sudah membeli perangkat di China, perusahaan menjamin kelangsungan penjualan dan garansi purna jual akan ditangani sepenuhnya oleh tim resmi OPPO. Terkait pembaruan sistem, pengguna Realme di China akan mendapatkan ColorOS setelah rilis generasi berikutnya.
Kebijakan ini juga menandai berakhirnya Realme UI. Sistem antarmuka khas Realme akan digantikan oleh ColorOS, menyusul langkah serupa yang diterapkan pada OnePlus dengan OxygenOS yang beralih ke ColorOS mulai Android 17.
Realme disebut akan memusatkan perhatiannya di kawasan Nordik Eropa, meliputi Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia. Strategi ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi OPPO yang lebih besar.
Dalam pernyataannya, Shen Qi menekankan bahwa Realme akan mengarahkan fokus pada segmen performa dan gaming. Ini mengindikasikan bahwa lini produk mendatang akan lebih agresif di kelas mid-range hingga flagship yang mengedepankan kecepatan dan grafis.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Realme Indonesia mengenai dampak keputusan ini terhadap pasar lokal. Namun, karena Indonesia termasuk dalam kategori pasar global—bukan China—operasional Realme di Indonesia kemungkinan besar tidak terpengaruh secara langsung.
Keputusan Realme hengkang dari China mengikuti jejak OnePlus yang lebih dulu mengalami restrukturisasi di bawah naungan OPPO. Langkah ini menunjukkan konsolidasi brand dalam grup BBK Electronics semakin mengerucut.