Nelayan di 10 Perairan Sulawesi Tenggara Diminta Waspada Gelombang Tinggi hingga 22 Juli, Angin Capai 25 Knot

Penulis: Obi Permana  •  Senin, 20 Juli 2026 | 22:39:01 WIB
Prakirawan BMKG Maritim Kendari memantau kecepatan angin di Laut Banda Timur Wakatobi yang mencapai 25 knot.

KENDARI — Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, Zaenuddin, mengingatkan bahwa kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda Timur Wakatobi, setara 6 Skala Beaufort. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan bagi perahu tradisional dan kapal barang.

Sepuluh Titik Perairan yang Perlu Diwaspadai

BMKG merinci wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi Laut Labengki, Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, dan Selat Cempedak. Selain itu, Perairan Buton, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, serta Perairan Wakatobi Bagian Barat dan Timur juga masuk dalam daftar.

Laut Banda Timur Wakatobi menjadi titik dengan kondisi paling ekstrem karena kecepatan angin di sana mencapai 25 knot. "Kecepatan angin tertinggi terpantau mencapai 25 knot atau setara 6 Skala Beaufort yang terjadi di wilayah Laut Banda Timur Wakatobi," ujar Zaenuddin saat dihubungi di Kendari, Senin.

Imbauan Keselamatan untuk Nelayan dan Kapal Tongkang

Zaenuddin menekankan bahwa nelayan yang menggunakan perahu tradisional harus ekstra waspada jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, operator kapal tongkang diminta berhati-hati ketika angin bertiup 16 knot dengan gelombang setinggi 1,5 meter.

"Para nelayan yang menggunakan perahu tradisional diimbau agar waspada apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter," kata Zaenuddin dalam keterangannya.

Pantau Info Cuaca Maritim Secara Berkala

Pihak BMKG Maritim Kendari mendorong masyarakat pesisir dan penyedia jasa pelayaran untuk terus memperbarui informasi cuaca maritim melalui kanal resmi. Langkah ini penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang bisa terjadi mendadak.

"Kami mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta penyedia jasa pelayaran untuk terus memperbarui informasi perkembangan kondisi cuaca maritim dan tinggi gelombang secara berkala melalui kanal resmi layanan informasi BMKG Maritim Kendari," pungkas Zaenuddin.

Reporter: Obi Permana
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top