KENDARI — Ribuan bibit mangrove ditanam di pesisir Kelurahan Mata sebagai respons terhadap ancaman abrasi yang kian nyata di kawasan Teluk Kendari. Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan seremonial belaka, melainkan investasi ekologis jangka panjang.
Amir Hasan menjelaskan, ekosistem mangrove memiliki peran strategis bagi Kota Kendari yang dikelilingi perairan teluk. Tanaman ini berfungsi meredam energi gelombang, menahan intrusi air laut, dan menjadi habitat berbagai biota pesisir.
“Penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas laut, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang,” ujar Amir Hasan saat dihubungi di Kendari, Selasa.
Pemkot Kendari tidak hanya berfokus pada jumlah bibit yang ditanam. Amir Hasan menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak untuk merawat mangrove hingga tumbuh menjadi hutan yang sehat.
Ia mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, sekolah, komunitas, dan masyarakat untuk berkolaborasi secara berkelanjutan. “Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang aksi terhadap perubahan iklim dan tujuan ke-14 mengenai pelestarian ekosistem laut,” jelasnya.
Di luar fungsi fisiknya sebagai penahan abrasi, ekosistem mangrove juga berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Amir Hasan menyebut bahwa mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar, yang dikenal sebagai ekosistem blue carbon.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kendari dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah tekanan pembangunan dan perubahan iklim global. Kawasan pesisir Kelurahan Mata kini menjadi salah satu titik fokus rehabilitasi mangrove di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut.