Review Redmi Watch 4: Smartwatch AMOLED Rp1,1 Juta, Apakah Layak untuk Pemula di 2026?

Penulis: Panji Pratama  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 09:55:31 WIB
Redmi Watch 4 dipamerkan dengan layar AMOLED 1,97 inci yang menyala terang di bawah sinar matahari langsung.

SULAWESI TENGGARA — Redmi Watch 4 menjadi salah satu smartwatch layar AMOLED 2026 yang paling banyak dibicarakan di kelas entry-level. Dengan harga sekitar Rp1,1 juta, jam tangan pintar ini menawarkan spesifikasi yang biasanya hanya ditemukan di perangkat dua kali lipat lebih mahal. Tapi, apakah semua fiturnya bekerja semulus klaim di atas kertas? Saya coba pakai sebagai jam utama untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari olahraga, kerja, hingga tidur, untuk mencari jawabannya.

Desain Premium yang Menipu Mata

Layar AMOLED 1,97 inci pada Redmi Watch 4 langsung terlihat saat pertama kali dinyalakan. Warnanya hidup, hitam pekat, dan tingkat kecerahan cukup untuk dibaca di bawah sinar matahari langsung saat lari siang hari. Bodi aluminium dan frame metalik membuatnya terasa kokoh, bukan plastik murahan seperti kebanyakan jam di harga ini.

Buat yang baru pertama kali pakai smartwatch, desain ini jadi nilai jual utama. Tampilannya tidak kalah dengan jam tangan konvensional mahal, bahkan bisa dibilang lebih modern. Sayangnya, strap karet yang disertakan di dalam dus terasa agak kaku di awal pemakaian dan butuh beberapa hari untuk melentur.

GPS Bawaan dan Bluetooth Calling: Fitur yang Benar-Benar Berguna

Salah satu fitur yang jarang ditemukan di harga Rp1 jutaan adalah GPS bawaan. Redmi Watch 4 memungkinkan kamu melacak rute lari atau bersepeda tanpa harus membawa ponsel. Akurasi pelacakan rute cukup baik untuk ukuran jam di kelas ini — tidak sekelas Garmin, tapi lebih dari cukup untuk pelari rekreasi yang ingin data jarak dan pace dasar.

Bluetooth Calling juga bekerja dengan stabil. Suara lawan bicara terdengar jelas dari speaker jam, meski volume maksimal masih kurang keras di lingkungan bising seperti jalan raya. Fitur ini sangat praktis untuk menjawab panggilan singkat saat tangan sedang sibuk, tapi jangan harap kualitasnya setara headset Bluetooth.

Baterai Tahan Lama: 20 Hari dalam Mode Hemat Daya

Klaim baterai hingga 20 hari dalam mode hemat daya terasa realistis. Dalam pemakaian campuran — notifikasi aktif, GPS dipakai 3 kali seminggu, dan layar always-on display (AOD) dimatikan — jam ini bisa bertahan sekitar 12-14 hari. Angka ini masih sangat impresif dibandingkan Apple Watch atau Samsung Galaxy Watch yang harus dicharge setiap 2-3 hari.

Charging magnetiknya juga cepat. Dari 0% ke 100% butuh waktu sekitar 1,5 jam, jadi tidak perlu khawatir lupa ngecas semalaman.

Kelebihan dan Kekurangan Redmi Watch 4

  • Kelebihan: Layar AMOLED besar dan tajam, desain premium, GPS bawaan akurat, baterai tahan lama, Bluetooth Calling, lebih dari 100 mode olahraga.
  • Kekurangan: Strap karet kaku di awal, volume speaker panggilan kurang keras, aplikasi Xiaomi Wear masih perlu penyempurnaan UI, tidak ada dukungan NFC untuk pembayaran di Indonesia.

Kesimpulan: Investasi Rp1,1 Juta yang Cerdas untuk Pemula

Redmi Watch 4 bukan smartwatch paling canggih di pasaran. Tapi untuk banderol Rp1,1 juta, ia memberikan nilai yang sulit ditandingi. Layar AMOLED, GPS, dan baterai tahan lama adalah tiga pilar yang membuatnya layak dipertimbangkan, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali beralih dari jam tangan biasa ke smartwatch.

Smartwatch ini paling cocok untuk pelari rekreasi, pengguna yang ingin notifikasi dan kontrol panggilan praktis, atau siapa pun yang menginginkan jam pintar dengan tampilan premium tanpa menguras tabungan. Namun, jika kamu membutuhkan fitur kesehatan yang lebih mendalam (seperti EKG atau analisis tidur yang detail) atau ekosistem aplikasi yang lebih kaya, mungkin perlu melirik opsi lain yang harganya mulai Rp3-5 jutaan.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: radarjabar.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top