SULAWESI TENGGARA — Keputusan itu diumumkan resmi oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada pekan ini. Bagi Xavi, ini adalah penugasan pertamanya di pentas internasional sejak meninggalkan Barcelona pada 2024. Ia menyusul jejak Koeman, yang juga pernah menjadi pelatihnya di Barcelona sebelum ditunjuk menukangi De Oranje.
Meski berkebangsaan Spanyol, Xavi mengaku memiliki kedekatan historis dengan gaya sepak bola Belanda. Ia menyebut dirinya sebagai "anak dari sepak bola Belanda" karena pengaruh besar Johan Cruyff dan Rinus Michels dalam pembentukan kariernya sejak menimba ilmu di akademi La Masia.
"Saya menganggap ini sebuah kehormatan luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda," ujar Xavi dalam pernyataan resmi yang dirilis KNVB. "Sebagai seseorang yang dididik di akademi FC Barcelona dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa ada koneksi khusus dengan sepak bola Belanda."
Pria berusia 46 tahun itu memulai karier kepelatihan di klub Qatar, Al Sadd, sebelum akhirnya mengambil alih kursi panas Camp Nou pada November 2021. Dalam 767 penampilannya sebagai pemain Barcelona, ia mengoleksi sederet gelar bergengsi. Sebagai pelatih, Xavi berhasil membawa Blaugrana meraih gelar La Liga pada 2023.
Sebelum menjadi pelatih, Xavi adalah gelandang legendaris yang memenangi Piala Dunia 2010 bersama Spanyol serta dua gelar Piala Eropa pada 2008 dan 2012. Pengalaman memimpin lini tengah tim nasional itu diyakini menjadi modal berharga untuk membangun skuad Belanda yang dikenal mengandalkan penguasaan bola.
Xavi menegaskan ambisinya untuk menghidupkan kembali identitas Belanda sebagai tim yang dominan. Ia berjanji menghadirkan permainan ofensif berbasis possession dengan kreativitas tinggi, selaras dengan warisan Total Football yang melegenda.
"Belanda punya budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan," jelasnya. "Tentu saja, tujuan terpenting adalah menang, tapi saya lebih suka melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik itu dan bisa dinikmati orang-orang."
Sebelum Xavi ditunjuk, KNVB sempat melakukan pendekatan awal kepada Arne Slot, mantan pelatih Liverpool. Namun, Slot memilih mundur dari pembicaraan karena ingin tetap berkutat di level klub.
"Pada tahap karier saya ini, saya lebih suka berada di lapangan latihan bersama para pemain setiap hari, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dengan cara yang sama bersama tim nasional," kata Slot kepada Voetbal International. "Saya punya rasa hormat yang besar terhadap tim nasional dan KNVB, tapi untuk saat ini saya percaya sepak bola klub masih menawarkan banyak hal bagi saya."