Pencarian

7 Air Terjun Cantik di Sulawesi Tenggara untuk Healing, dari Tersembunyi hingga Mudah Diakses

Kamis, 06 Agustus 2026 • 18:08:01 WIB
7 Air Terjun Cantik di Sulawesi Tenggara untuk Healing, dari Tersembunyi hingga Mudah Diakses
Suasana alami Air Terjun Moramo di Konawe Selatan dengan formasi undakan batuan yang khas.

Kendari dan sekitarnya memang dikenal dengan pesona lautnya, tapi siapa sangka, bentang alam daratannya juga menyimpan banyak air terjun yang layak masuk daftar kunjungan. Suara gemuruh air dan dinginnya kolam alami seringkali menjadi terapi paling murah untuk kepala yang penat. Bagi warga lokal yang ingin staycation singkat atau perantau yang sedang mudik, daftar ini bisa jadi referensi tanpa perlu menempuh perjalanan lintas provinsi.

Setiap lokasi punya karakter medan yang berbeda. Ada yang bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua hingga dekat lokasi, ada juga yang butuh trekking singkat menyusuri kebun warga. Berikut tujuh pilihan yang bisa disesuaikan dengan kondisi fisik dan waktu luang kamu.

1. Air Terjun Moramo: Ikon Berundak yang Tak Perlu Diragukan

Moramo berada di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Kendari. Keunikannya bukan pada ketinggian satu tebing, melainkan pada formasi undakan alami yang jumlahnya mencapai ratusan tingkat. Airnya mengalir di atas bebatuan licin yang membentuk kolam-kolam kecil bertingkat, cocok untuk duduk bersantai sambil merendam kaki.

Dari parkiran, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang cukup teduh. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari sebelum ramai, atau setelah musim hujan reda saat debit air masih stabil. Karena medannya licin, gunakan alas kaki dengan grip yang kuat, bukan sandal jepit.

2. Air Terjun Tumburano: Alternatif di Dekat Bandara

Terletak di wilayah Kecamatan Ranomeeto, air terjun ini sering menjadi pilihan pertama bagi wisatawan yang baru mendarat di Bandara Haluoleo. Aksesnya jauh lebih mudah dibanding Moramo, dan jalurnya sudah beraspal hingga dekat area lokasi. Airnya jatuh dari tebing tinggi dengan kolam di bawahnya yang cukup luas untuk berenang.

Lokasi ini cukup populer di akhir pekan, jadi datanglah lebih awal jika ingin mendapatkan spot duduk yang nyaman. Beberapa warga sekitar biasanya menjajakan makanan ringan di area parkir, tapi lebih baik membawa bekal sendiri untuk menghindari antrean.

3. Air Terjun Kalo: Suasana Pedesaan yang Masih Asri

Masih di Konawe Selatan, Kalo menawarkan suasana yang lebih tenang dibandingkan Moramo. Air terjun ini berada di tengah perkebunan warga, dan untuk mencapainya kamu harus menyusuri pematang sawah atau kebun jati milik masyarakat setempat. Suasananya sangat sepi di hari kerja, hampir seperti punya kolam renang pribadi.

Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari Kendari. Jalanannya sebagian besar sudah baik, namun beberapa ruas sempit dan berlubang, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Tidak ada warung permanen di lokasi, jadi siapkan air minum dan camilan dari rumah.

4. Air Terjun Lawa: Pilihan untuk yang Malas Trekking Jauh

Berada di Kabupaten Konawe Utara, Lawa bisa menjadi pilihan bagi kamu yang menginginkan air terjun tanpa harus berjalan kaki terlalu jauh. Dari area parkir, suara gemuruh air sudah terdengar jelas dan lokasi utamanya hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki. Tebingnya tidak terlalu tinggi, tapi debit airnya deras dan kolamnya dalam.

Karena aksesnya mudah, tempat ini ramai dikunjungi keluarga. Hati-hati dengan arus air yang cukup kuat di bagian tengah kolam, terutama jika membawa anak kecil. Sebaiknya gunakan pelampung atau tetap berada di area tepi yang dangkal.

5. Air Terjun Sambuli: Trekking Singkat dengan Pemandangan Hijau

Berlokasi di wilayah Kecamatan Abuki, Konawe Utara, Sambuli menawarkan perpaduan antara perjalanan menantang dan pemandangan yang memuaskan. Trekking menuju lokasi memakan waktu sekitar 20-30 menit dengan medan menanjak dan menurun. Sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhi pemandangan hamparan hijau dan suara burung hutan.

Air terjun ini memiliki dua tingkat, dan kolam di tingkat kedua biasanya lebih jernih dan sepi. Untuk mencapai tingkat kedua, kamu perlu memanjat bebatuan yang cukup licin. Pastikan kondisi fisikmu prima sebelum memutuskan untuk naik ke atas.

6. Air Terjun Dodu: Destinasi Favorit Anak Muda Kendari

Berada di Kecamatan Dodu, Kota Kendari, air terjun ini adalah yang paling mudah diakses dari pusat kota. Banyak anak muda menjadikannya tempat nongkrong sore hari karena aksesnya yang cepat dan tidak membutuhkan biaya transportasi besar. Airnya tidak terlalu deras, cocok untuk sekadar bermain air atau berfoto.

Karena lokasinya di dalam kota, lingkungan sekitar sudah padat pemukiman. Jangan berharap suasana hutan yang liar, tapi untuk sekadar melepas penat setelah jam kerja, tempat ini cukup efektif. Sampah plastik seringkali menjadi masalah di sini, jadi bawa pulang kembali sampahmu.

7. Air Terjun Watumela: Kejernihan Air yang Sulit Ditandingi

Di Kabupaten Bombana, Watumela dikenal dengan kejernihan airnya yang luar biasa. Warna airnya cenderung biru kehijauan, hampir mirip dengan danau di kawasan karst. Lokasinya cukup terpencil dan butuh perjalanan lebih lama, sekitar 3-4 jam dari Kendari, tapi pemandangan yang didapat sebanding dengan waktu tempuhnya.

Perjalanan darat menuju Bombana bisa membuat mabuk perjalanan bagi sebagian orang karena jalurnya berkelok. Disarankan untuk berangkat dengan kondisi tubuh yang bugar dan istirahat cukup di tengah perjalanan. Tidak ada sinyal seluler yang kuat di area sekitar air terjun, jadi manfaatkan momen ini untuk benar-benar lepas dari layar ponsel.

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Berkunjung

Cuaca di Sulawesi Tenggara bisa berubah cepat. Hujan deras di bagian hulu dapat menyebabkan debit air naik secara mendadak, jadi selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Jika langit terlihat mendung tebal, sebaiknya tunda kunjungan ke air terjun yang membutuhkan trekking jauh.

Bawalah uang tunai dalam jumlah cukup karena tidak semua lokasi memiliki sinyal untuk transaksi digital. Harga tiket masuk dan biaya parkir bervariasi di setiap tempat, dan seringkali dikelola oleh kelompok sadar wisata setempat. Untuk informasi tarif terbaru, cek langsung ke akun media sosial resmi pengelola atau tanyakan ke warga sekitar sebelum masuk area.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun di Sulawesi Tenggara?
Musim kemarau antara Juni hingga September adalah waktu paling ideal. Debit air tetap mengalir, tapi tidak terlalu deras sehingga kolam terlihat jernih dan aman untuk berenang.

Apakah semua air terjun ini bisa dicapai dengan kendaraan pribadi?
Sebagian besar bisa, terutama yang berada di Konawe Selatan dan Kota Kendari. Untuk Watumela di Bombana, pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima karena jalurnya jauh dan berkelok.

Apakah aman berenang di kolam bawah air terjun?
Untuk Moramo dan Kalo, kolamnya relatif dangkal. Untuk Lawa dan Tumburano, arusnya lebih kuat. Selalu utamakan keselamatan dan jangan berenang sendirian.

Apakah ada fasilitas toilet dan warung di lokasi?
Fasilitas berbeda-beda. Moramo dan Tumburano sudah memiliki toilet sederhana dan warung. Untuk Kalo dan Watumela, fasilitas sangat minim, jadi persiapkan semuanya dari awal.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengunjungi semua tempat ini?
Idealnya 5-7 hari jika ingin menikmati setiap lokasi tanpa terburu-buru. Jarak antar kabupaten di Sulawesi Tenggara memang tidak dekat, jadi alokasikan waktu perjalanan dengan realistis.

Menikmati air terjun di Sulawesi Tenggara bukan hanya soal berfoto di lokasi, tapi juga tentang menikmati perjalanan dan interaksi dengan masyarakat sekitar. Jaga perilaku dan selalu minta izin jika ingin memasuki lahan warga untuk mencapai lokasi. Dengan begitu, destinasi alam ini tetap terjaga dan bisa dinikmati oleh generasi berikutnya.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Air terjun?
pa saja yang ada di Sulawesi Tenggara? A: Artikel ini menyebutkan tujuh air terjun di Sulawesi Tenggara, antara lain Air Terjun Moramo, Air Terjun Tumburano, Air Terjun Kalo, dan Air Terjun Lawa.

Air terjun m?
na yang dekat dengan Bandara Haluoleo? A: Air Terjun Tumburano yang terletak di Kecamatan Ranomeeto sering menjadi pilihan pertama bagi wisatawan yang baru mendarat di Bandara Haluoleo karena aksesnya mudah.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks