SULAWESI TENGGARA — Kontribusi Veda Ega Pratama bagi Honda di Moto3 2026 jauh melampaui sekadar raihan poin pribadi. Berdasarkan data klasemen konstruktor terkini, pembalap asal Indonesia itu menyumbang hampir separuh total poin yang dikumpulkan Honda, menjadikannya aset paling berharga pabrikan Jepang itu di kelas ringan grand prix.
Dari 154 poin yang diraih Honda, Veda menyumbang 74 poin atau sekitar 48 persen. Sisanya merupakan akumulasi poin dari tiga pembalap Honda lainnya: Guido Pini dan Adrian Fernandez yang sama-sama mengoleksi 36 poin, serta Jesus Rios dengan 19 poin. Posisi Veda di klasemen pembalap pun terbilang impresif—ia duduk di peringkat keenam dan menjadi pembalap Honda dengan raihan tertinggi.
Kelebihan poin Veda ini tidak lepas dari aturan klasemen konstruktor yang hanya menghitung poin dari satu pembalap terbaik setiap seri. Artinya, setiap kali Veda finis di depan rekan-rekan senegaranya di atas motor Honda, poinnya yang dihitung untuk pabrikan.
Ketertinggalan ini bukan berarti perjuangan Veda sia-sia. Setiap poin yang ia raih menjaga jarak Honda agar tidak semakin melebar, sekaligus memperkuat posisinya di klasemen pembalap. Dengan sisa seri yang masih berjalan, peluang Veda menambah poin—baik untuk dirinya maupun Honda—masih terbuka lebar.
Konsistensi Veda di atas motor Honda menjadi cerita menarik di tengah dominasi KTM. Pembalap kelahiran 2008 itu membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung grand prix, sekaligus menjadi harapan besar bagi Honda untuk memperkecil ketertinggalan di klasemen konstruktor.