KENDARI — Nelayan dan pengguna moda transportasi laut di Sulawesi Tenggara diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG. Potensi gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di perairan Wakatobi dan sekitarnya selama tiga hari ke depan, terhitung sejak Senin (17/8) hingga Kamis (20/8).
Berdasarkan analisis sinoptik BMKG, pola angin di wilayah perairan Sultra umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan rata-rata 2 hingga 15 knot. Namun, terdapat peningkatan kecepatan angin maksimum hingga 20 knot yang menjadi pemicu utama terbentuknya gelombang sedang di sejumlah titik strategis.
Pada periode pertama, yakni 17 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA hingga 18 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA, potensi gelombang sedang terkonsentrasi di tiga wilayah utama. BMKG mencatat kawasan yang perlu diwaspadai meliputi Perairan Wakatobi bagian Barat, Perairan Wakatobi bagian Timur, serta Laut Banda Timur Wakatobi.
Memasuki periode kedua, cakupan wilayah terdampak mengalami perluasan yang signifikan. BMKG memperkirakan gelombang sedang turut berpotensi terjadi di Perairan Buton, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, dan Laut Flores Selatan Buton.
Selain itu, perairan lainnya yang masuk dalam zona peringatan dini pada periode ini adalah Laut Banda Timur Wakatobi serta seluruh bagian Perairan Wakatobi, baik barat maupun timur.
Pada hari terakhir periode peringatan, wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang semakin bertambah. Masyarakat di pesisir dan pengguna jasa pelayaran perlu mencermati daftar lengkap perairan yang masuk dalam zona waspada berikut ini:
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau pihak kapal nelayan, tongkang, maupun kapal penyeberangan antar-pulau untuk mewaspadai risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Para pengguna moda transportasi laut disarankan tidak memaksakan berlayar saat kondisi cuaca memburuk di area yang berada dalam zona peringatan dini.
Untuk pembaruan informasi cuaca pelabuhan dan prakiraan cuaca wilayah perairan Sulawesi Tenggara secara berkala, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BMKG melalui tautan link.bmkg.go.id/stamarkendari atau mengunjungi situs portal maritim resmi di maritim.bmkg.go.id.