SULAWESI TENGGARA — Brebes sebentar lagi punya destinasi wisata edukasi baru yang menarik. Museum Purbakala Buton di Galuhtimur, Tonjong, tengah dalam tahap akhir penataan interior dan siap beroperasi pada akhir September 2026. Tempat ini akan menjadi rumah bagi koleksi fosil purba yang ditemukan di Situs Bumiayu, menawarkan pengalaman menyusuri jejak kehidupan jutaan tahun lalu.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes memastikan museum ini bukan sekadar gudang penyimpanan artefak. Ruang pamer utama akan menampilkan berbagai fosil vertebrata darat dan air yang ditemukan di Situs Bumiayu. Pengunjung bisa melihat langsung fosil gigi gajah purba Sinomastodon, serta fosil gajah purba Stegodon dan Elephas.
Selain fosil-fosil besar tersebut, koleksi museum juga mencakup fosil kerbau purba dan moluska laut. Artefak pendukung seperti kapak genggam dan serpih juga akan dipajang, memberikan gambaran lebih utuh tentang kehidupan prasejarah di kawasan Brebes selatan. Panel informasi mengenai sejarah penelitian Situs Bumiayu dan para penelitinya juga mulai dipasang untuk memperkaya wawasan pengunjung.
Proses penataan yang dilakukan sejak awal Agustus ini terlihat jelas di ruang utama museum. Sejumlah vitrin kaca telah ditempatkan, beberapa di antaranya menggunakan alas kayu dan rangka yang menyerupai batang kayu. Desain ini memberi kesan alami yang selaras dengan tema purbakala.
Lemari pajang berpintu kaca juga mulai mengisi beberapa sudut ruangan. Pamong Budaya Dinbudpar Brebes, M Shopan, mengatakan penataan masih berjalan dan menargetkan museum bisa dikunjungi masyarakat pada akhir September. “Saat ini penataan masih berjalan. Target kami akhir September sudah bisa operasional. Direncanakan akan dibuka dengan Festival Kampung Purba,” ujarnya.
Kehadiran Museum Purbakala Buton diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan merawat koleksi fosil. “Museum tersebut diharapkan menjadi tempat untuk menjaga koleksi fosil dan temuan purbakala sekaligus menjadi sarana edukasi dan informasi bagi masyarakat, pelajar maupun peneliti,” kata Shopan. Keberadaan museum ini menjadi langkah nyata Pemkab Brebes dalam melestarikan tinggalan purbakala di kawasan Situs Bumiayu.
Bangunan utama museum berbentuk oval dengan ukuran sekitar 15 x 15 meter. Pembangunan museum ini dilakukan secara bertahap oleh Pemkab Brebes sejak tahun 2021, dan kini hampir mencapai tahap akhir untuk bisa dinikmati publik.
Bagi Anda yang tertarik untuk berkunjung, waktu terbaik adalah akhir September 2026, bertepatan dengan target operasional dan Festival Kampung Purba. Informasi lebih lanjut mengenai jam buka, tiket masuk, dan rute menuju lokasi dapat dikonfirmasi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes. Kunjungan ke museum ini sangat direkomendasikan untuk wisata keluarga dan pelajar yang ingin belajar sejarah dengan cara yang berbeda.