Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari untuk pertama kalinya menggabungkan pelaksanaan wisuda dua periode dalam satu hari, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 1.506 wisudawan dari periode 7 dan 8 akan diwisuda dalam dua sesi berbeda, yakni pagi dan siang, sebagai langkah efisiensi sekaligus penyesuaian dengan agenda Plt Rektor UHO yang padat.
KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) mencatat pengalaman perdana dengan menggelar wisuda dua periode secara bersamaan dalam satu hari. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (22/8/2026) ini membagi 1.506 wisudawan ke dalam dua sesi: periode 7 pada pagi hari dan periode 8 pada siang hari.
Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Wakil Rektor I Bidang Akademik UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., mengungkapkan bahwa penggabungan dua periode dalam satu hari merupakan penyesuaian terhadap waktu yang tersedia dari Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO.
Secara ideal, wisuda periode 7 dan 8 seharusnya dilaksanakan dalam dua hari yang berbeda. Namun, padatnya agenda pimpinan universitas membuat pihak kampus memutuskan untuk memadatkan seluruh rangkaian acara dalam satu hari.
"Secara ideal sebenarnya wisuda ini dilaksanakan dua hari. Namun karena melihat waktu yang tersedia dari Plt Rektor UHO dan banyaknya kegiatan yang harus beliau hadiri, universitas memutuskan pelaksanaan periode 7 dan 8 pada hari yang sama dengan sesi yang berbeda, yakni pagi dan siang," jelas Prof. La Ode Santiaji saat ditemui Rabu (19/8/2026).
Ia menambahkan, pola ini baru pertama kali dicoba di UHO. Selain menyesuaikan jadwal pimpinan, penggabungan ini juga dimaksudkan untuk mengefisiensikan penyelenggaraan wisuda.
"Ini pertama kali di UHO dan kita baru mencoba cara ini. Sekaligus untuk efisiensi. Jadi bukan karena tujuan lain, tetapi memang salah satunya untuk efisiensi pelaksanaan," ujarnya.
Pada sesi pagi atau periode 7, UHO akan mewisuda 763 lulusan. Adapun sesi siang atau periode 8 diikuti 743 wisudawan. Jumlah peserta terbanyak pada periode 7 berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 261 orang, sedangkan pada periode 8 didominasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan 155 orang.
Berikut rincian jumlah wisudawan per fakultas pada kedua periode:
Dari sesi pagi, gelar wisudawan terbaik periode 7 diraih Nur Hikmah asal Balandete. Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen ini menuntaskan studi dalam waktu 3 tahun 11 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dan predikat pujian.
Sementara pada sesi siang, Libethy Mendila Tappo asal Samarinda menjadi wisudawan terbaik periode 8. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Program Studi Kesehatan Masyarakat ini mencatat IPK 3,91 dengan predikat pujian dan menyelesaikan pendidikan dalam waktu 4 tahun.
Prof. La Ode Santiaji menegaskan, pembagian dua sesi ini diharapkan membuat prosesi berjalan efektif dan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh wisudawan beserta keluarga yang hadir dalam momentum akademik tersebut.