Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan membawa produk unggulannya ke ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta. Pameran yang berlangsung 20–23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) ini menjadi momentum bagi produk lokal seperti kopi, wastra tenun, dan olahan makanan untuk menembus pasar nasional.
KENDARI — Deretan produk unggulan dari Bumi Anoa siap bersaing di panggung nasional. Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara memastikan puluhan UMKM binaannya akan tampil pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC). Keikutsertaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan strategi konkret mendorong produk lokal agar semakin berdaya saing dan naik kelas.
Kepala Perwakilan BI Sultra Edwin Permadi menyatakan ajang ini menjadi bagian penting dari penguatan kapasitas UMKM daerah. Menurutnya, panggung nasional membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring dan memperluas akses pasar yang selama ini mungkin sulit dijangkau.
“Keterlibatan UMKM binaan BI Sulawesi Tenggara merupakan upaya mendorong UMKM daerah semakin berdaya saing,” ujar Edwin dalam keterangan resmi yang diterima Kendari Kini.
Dari sekian banyak produk, sektor wastra dan kopi menjadi perhatian utama. Pada kategori wastra, Sultra akan diwakili oleh Annisa Tenun Masalili dan Sultra Tenun. Keduanya dijadwalkan tampil dalam Pagelaran Fashion Wastra KKI 2026 bertajuk “Romansa Muda”.
Kolaborasi menarik terjadi di panggung mode tersebut. Annisa Tenun Masalili akan berpadu dengan desainer nasional Dery Rizkianto dan Peggy Hartanto untuk menghadirkan wastra khas Sultra dalam balutan rancangan fesyen kontemporer.
Sementara itu, untuk pecinta kopi, area Cangkir Nusantara akan dimeriahkan oleh Anoa Coffee dan Arentim. Kedua brand ini diharapkan bisa memperkenalkan cita rasa kopi khas Sultra yang selama ini mungkin belum banyak dikenal konsumen di Pulau Jawa.
Selain kopi dan tenun, stan Sultra juga akan diisi oleh beragam produk kuliner dan kerajinan. Beberapa nama yang turut serta antara lain Saraba Al Amin, Bin Amr Food, Biwon, Coklat Anoa, Nadine Azzahra, Great Celebes Co, Kamoohu, Kasi Tahu, Kedai Neng Bagers, Kelorku, dan Kopsa Chicken Naswol.
Daftar peserta juga diperpanjang dengan kehadiran KWT Matahari, To Lucky Deela, Makeza Food Indonesia, Meteqta, Raisya Craft, Sagumi, Tenun Buton, Bravo Mete, Dapur El Ummu, Lily Tenun, serta Industri Kelapa Kampung. Total peserta yang diberangkatkan mencapai 30 UMKM.
KKI 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” ini diikuti secara luring oleh lebih dari 550 UMKM dari seluruh Indonesia. Selain itu, sekitar 1.300 UMKM lainnya turut berpartisipasi secara daring.
Bagi pelaku usaha asal Sultra, pameran ini bukan sekadar ajang pamer produk. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk menguji daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. BI sendiri terus mendorong penguatan kapasitas, akses pembiayaan, digitalisasi, serta perluasan pasar untuk meningkatkan daya saing UMKM binaannya.
Dengan tampil di KKI, diharapkan produk-produk khas Sultra tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga membuka potensi untuk menembus pasar ekspor di masa mendatang.