SULAWESI TENGGARA — Kabar ini pertama kali mencuat lewat halaman Steam South of Midnight yang mencantumkan Compulsion sebagai developer dan publisher. Kini, sang bos Guillaume Provost mengonfirmasi ke Games Beat bahwa kesepakatan telah tuntas. Langkah ini bagian dari "reset" bisnis Xbox di bawah CEO baru, Asha Sharma, yang juga memangkas 1.600 karyawan pada Juli lalu dan berencana memangkas 1.600 lagi tahun fiskal ini.
Compulsion bukan satu-satunya studio yang dilepas. Microsoft juga melepas Double Fine, Ninja Theory, Undead Labs, dan Arkane. Double Fine yang dipimpin Tim Schafer kembali independen, dan Schafer dijadwalkan membahas masa depan perusahaan lewat livestream hari ini, 21 April. Ninja Theory dan Undead Labs sudah dijual ke pembeli yang tidak disebutkan namanya, sementara Arkane memasuki masa konsultasi dengan hukum ketenagakerjaan Prancis.
Provost menegaskan kesepakatan ini didorong keinginan tim untuk tetap bersama. Ia sempat bertanya langsung kepada stafnya, dan jawabannya tegas.
"Saya melakukan kesepakatan ini demi tim, pertama dan terutama. Saya bertanya ke tim, 'Kalian mau tetap bersama?' Tim menjawab mereka lebih pilih makan batu dan minum bensin daripada dipisah," ujar Provost.
Meski begitu, sebagian developer memilih hengkang setelah Provost memperingatkan risiko penutupan studio. Mayoritas staf senior tetap bertahan.
Sebagian tim Compulsion kini menggarap game yang belum diumumkan, proyek yang sebenarnya sudah berjalan sebelum berpisah dari Xbox. Karena Microsoft sebelumnya menjadi pendana utama, Provost kini menjajaki pertemuan dengan sejumlah pihak untuk mengamankan masa depan finansial studio.
"Saya hanya ingin memastikan tim kami siap menang. Kami akan santai, bertemu dengan semua orang. Semuanya relatif. Dibanding kami semua kehilangan pekerjaan pada 6 Juli, ini kesepakatan yang bagus. Menurut saya, jalan keluar dari Microsoft cukup elegan," kata Provost.
Bagi pemain yang membeli South of Midnight di Steam, uang pembelian kini masuk ke Compulsion, bukan Xbox. Perubahan ini butuh waktu untuk diterapkan di toko digital lain. Provost tidak merinci detail kesepakatan, tapi menegaskan para staf memang ingin tetap solid.
Pergeseran ini menandai perubahan besar strategi Xbox di bawah kepemimpinan baru, di mana studio-studio kreatif dilepas untuk berdiri sendiri. Bagi gamer Indonesia yang menantikan game berikutnya dari Compulsion, perkembangan ini justru bisa menjadi angin segar karena developer mendapat kendali penuh atas arah kreatif mereka.