SULAWESI TENGGARA — Program recall masal ini dijadwalkan berjalan mulai 25 September 2026, menyusul kekhawatiran bahwa penumpang kesulitan membuka pintu dari dalam ketika sistem kelistrikan mobil mati total. Dalam kecelakaan berat, pengemudi dan penumpang harus mencari tuas manual yang posisinya sering kali tidak intuitif di balik panel pintu.
Kampanye perbaikan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri otomotif Tiongkok, sekaligus sinyal keras bagi pabrikan yang mengedepankan desain aerodinamis tanpa memikirkan aspek keselamatan darurat.
Untuk mengatasi masalah ini, pabrikan akan memasang label khusus yang menunjukkan lokasi tuas pembuka pintu mekanis. Selain itu, pembaruan perangkat lunak secara over-the-air (OTA) juga akan dikirim ke unit terdampak.
Sistem terbaru dirancang agar kaca jendela otomatis turun saat sensor tabrakan aktif. Langkah ini memberi jalur alternatif bagi penumpang untuk keluar atau bagi petugas penyelamat untuk menjangkau korban, tanpa harus bergantung pada mekanisme pintu utama.
Di luar Tesla, sejumlah merek asal Tiongkok juga terkena imbas kebijakan ini. Xiaomi melakukan recall terhadap sekitar 390.000 kendaraan, disusul Leapmotor dengan 371.000 unit, dan XPeng sekitar 264.000 unit.
Geely serta beberapa merek lain turut menjalankan kampanye serupa, meski angka pastinya tidak dirinci dalam pengumuman resmi. Total unit yang ditarik hampir menyentuh angka 4,3 juta kendaraan, baik produksi lokal maupun model impor.
Gelombang recall ini terjadi di tengah rencana pemerintah Tiongkok memperketat aturan penggunaan gagang pintu tersembunyi. Regulasi anyar yang dijadwalkan berlaku pada 2027 akan mewajibkan pabrikan memenuhi persyaratan keselamatan spesifik untuk desain tersebut.
Langkah ini menjadi tamparan bagi industri yang selama ini berlomba menghadirkan handle rata dengan bodi demi tampilan futuristis dan koefisien drag rendah. Kenyataannya, keputusan desain tersebut harus mempertimbangkan skenario terburuk ketika penumpang harus keluar dalam keadaan panik dan gelap.
Bagi pemilik mobil ber-handle tersembunyi di Indonesia, kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga. Sebelum membeli, ada baiknya memastikan lokasi tuas manual pembuka pintu dan mencoba mengoperasikannya langsung dari kursi pengemudi maupun penumpang.