Wakil Ketua NasDem Sultra Duduki Kursi Pimpinan DPRD, Ngaku Bawa Aspirasi "Fraksi Rakyat" di Tengah Molor Kuorum

Penulis: Panji Pratama  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:06:01 WIB
Mustaqim Sidik menduduki kursi Ketua DPRD Sultra saat agenda paripurna pengusulan pergantian pimpinan molor akibat kuorum tidak terpenuhi.

KENDARI — Seorang pengurus partai politik menggegerkan ruang rapat utama DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan aksi mengambil alih jalannya persidangan. Mustaqim Sidik, yang menjabat Wakil Ketua NasDem Sultra, secara sepihak naik ke podium dan menduduki kursi Ketua DPRD saat agenda pengusulan pergantian pimpinan dewan justru gagal memenuhi kuorum.

Peristiwa itu terjadi sebelum Sidang Paripurna Pengusulan Pergantian Ketua DPRD Sultra dimulai. Agenda yang sedianya membahas penggantian La Ode Tariala oleh Sudarmanto Saeka itu molor hingga satu jam lantaran mayoritas anggota dewan tak kunjung hadir.

Kekesalan di Ruang Sidang yang Berujung Aksi Panggung

Mustaqim yang telah hadir di lokasi sejak pagi tak kuasa menahan emosi melihat ruang sidang yang relatif kosong. Ia lantas berjalan ke area podium, mengambil alih pengeras suara, dan mengumumkan bahwa persidangan hari itu diambil alih oleh "Fraksi Rakyat".

"Ini gedung rakyat! Semua punya hak untuk berbicara di sini!" teriak Mustaqim saat sejumlah staf sekretariat DPRD mulai bergerak menghampirinya.

Aksi tersebut memicu perdebatan sengit di ruang paripurna. Sebagian hadirin yang merupakan pengunjung dan wartawan tampak terkejut, sementara staf dewan berupaya mengamankan area podium agar situasi tidak meluas.

Mustaqim Akhirnya Dikawal Keluar, NasDem Belum Bersuara

Setelah beberapa menit terjadi tarik-menarik secara verbal, Mustaqim akhirnya berhasil dikawal keluar dari ruang paripurna oleh petugas keamanan dalam gedung. Meski demikian, insiden ini meninggalkan pertanyaan besar soal kedisiplinan anggota legislatif di Bumi Anoa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan DPRD Sultra maupun DPW Partai NasDem Sultra terkait tindakan kontroversial yang dilakukan oleh kadernya tersebut. Publik kini menanti langkah etik apa yang akan diambil lembaga legislatif atas aksi yang dinilai melanggar tata tertib persidangan ini.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: tegas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top