Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi, M6 dan Atto 1 Siap Diproduksi Lokal

Penulis: Obi Permana  •  Rabu, 02 September 2026 | 17:21:01 WIB
Suasana area produksi pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, yang mulai merakit unit kendaraan listrik secara lokal.

SULAWESI TENGGARAPT BYD Motor Indonesia tengah berada dalam fase transisi besar. Setelah dua tahun mengimpor puluhan ribu unit kendaraan, pabrikan asal Tiongkok itu kini mengoperasikan fasilitas perakitannya di Subang, Jawa Barat. Seremoni peresmian pabrik dijadwalkan berlangsung Kamis (3/9/2026), namun beberapa unit produksi lokal dilaporkan sudah meluncur dari jalur perakitan dan digunakan untuk keperluan uji kendara.

Langkah ini merupakan realisasi dari komitmen investasi senilai Rp 11,7 triliun yang digelontorkan BYD. Dengan kapasitas produksi mencapai 150 ribu unit kendaraan listrik per tahun, pabrik ini menjadi bukti keseriusan BYD menetap di pasar Indonesia -- bukan sekadar menjual lalu pergi.

Transisi CBU-CKD Sempat Menggerus Wholesales

Peralihan dari mobil impor ke mobil rakitan lokal ternyata tidak mulus di atas kertas. Angka wholesales BYD pada April dan Mei 2026 mengalami penurunan tajam. Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut penurunan itu sebagai dampak langsung dari masa transisi.

"Ya memang itu dampak dari transisi (CBU ke CKD) itu, mungkin itu bisa dibaca kenapa bisa ada shock, pengurangan yang cukup signifikan tersebut," kata Luther di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Penurunan itu dinilai wajar karena produsen sedang membersihkan sisa stok inventori hasil pengapalan tahun lalu. Angka tersebut tidak mencerminkan pelemahan permintaan, melainkan jeda logistik antara penghentian impor dan dimulainya pasokan unit lokal.

Dua Model Andalan Lebih Dulu Diikat di Subang

Produk pertama yang dirakit di dalam negeri adalah BYD M6 dalam dua varian, yakni M6 EV murni dan M6 DM (Dual Mode). Kehadiran M6 rakitan lokal sempat dipajang di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Belum berhenti di situ, model terbaru BYD yang tengah naik daun, Atto 1, juga akan menyusul diproduksi di fasilitas yang sama. Artinya, konsumen yang membeli ketiga model tersebut mulai tahun ini sudah mendapat unit buatan Subang.

Fasilitas Subang Jadi Tumpuan Model Lainnya

BYD tidak menutup kemungkinan menambah jajaran produk rakitan lokal. Luther menjelaskan bahwa pabrik tersebut didesain fleksibel untuk memproduksi beberapa model sekaligus dalam satu lini.

"Saat ini kita masih mengalkulasi karena fasilitas kami ini, selain memproduksi BYD M6 DM, dia juga memproduksi BYD M6 EV dan juga Atto 1, dan akan dimanfaatkan juga beberapa produk lainnya," ujar Luther.

Sejak 2024 hingga Juli 2026, BYD tercatat mengimpor 94.798 unit kendaraan ke Indonesia. Portofolionya mencakup Denza D9, Atto 3, Seal, Dolphin, M6, Sealion 07, dan Atto 1. Kini giliran pabrik lokal yang mengambil alih peran tersebut secara bertahap.

Reporter: Obi Permana
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top