KENDARI — Kepengurusan FPTI Sultra yang baru langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah besar: mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ketua terpilih, Andi Agus Cahyadi Gemmy, menegaskan konsolidasi organisasi menjadi langkah pertama yang akan dieksekusi bersama pengurus yang nantinya dibentuk melalui tim formatur.
“Setelah mendapat amanah ini, saya bersama pengurus nantinya akan melakukan konsolidasi organisasi dan mengaktifkan kembali pembinaan di seluruh Pengcab. Fokus utama kita adalah bagaimana menciptakan pembinaan atlet yang berkelanjutan, terukur, dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujar Andi dalam sambutannya, Minggu (6/9/2026).
Andi tidak ingin FPTI Sultra berjalan seperti organisasi pada umumnya yang hanya sibuk pada agenda seremonial. Ia mendorong sistem pembinaan yang lebih profesional dengan pendekatan sport science, mulai dari pemusatan latihan hingga pendataan atlet secara berkala.
“Kita ingin pembinaan atlet dilakukan secara serius, mulai dari usia dini sampai jenjang prestasi. Kita akan dorong pemusatan latihan, pendataan atlet, serta pemantauan kondisi fisik dan mental dengan pendekatan sport science,” katanya.
Dukungan yang mengalir dari tujuh Pengcab dalam Musprovlub menjadi modal awal, tetapi Andi menilai pengaktifan kembali pembinaan di seluruh kabupaten/kota tidak bisa ditunda. Sinergi dengan KONI, pemerintah daerah, dan pihak swasta dinilai krusial agar pembinaan berjalan maksimal dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“FPTI tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan dan sinergi semua pihak agar pembinaan berjalan maksimal. Target kita bukan hanya aktif secara organisasi, tetapi bagaimana FPTI Sultra mampu meningkatkan prestasi atlet hingga mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya.
Nama Andi Agus Cahyadi Gemmy bukan pendatang baru di lingkungan olahraga dan organisasi kemasyarakatan Sultra. Pria kelahiran Watampone, 13 Agustus 1973 ini tercatat sebagai pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sultra dan aktif membina klub panjat tebing di Kota Kendari.
Sebelumnya, ia juga sempat aktif di Mapala Universitas Muslim Indonesia (UMI) hingga dipercaya sebagai Koordinator Wilayah Sultra. Di luar olahraga, Andi merupakan Bendahara Umum Asosiasi Pengusaha Tambang Sulawesi Tenggara.
Ketua Panitia Musprovlub FPTI Sultra, Asdar Misbadch, menyebutkan tahapan selanjutnya adalah penyusunan kepengurusan oleh tim formatur. Struktur tersebut nantinya harus memastikan keterwakilan dari kabupaten/kota sebelum diajukan ke pengurus pusat untuk mendapatkan legalitas.
“Tim formatur tinggal menunggu hasil kerja formatur kabupaten untuk melengkapi kepengurusan. Kami berharap proses ini bisa dilakukan dalam waktu singkat agar SK segera diajukan ke pusat,” ujar Asdar.
Percepatan penyusunan kepengurusan menjadi keniscayaan. “Kenapa kita harus cepat, karena ada event yaitu Pekan Olahraga Provinsi. Saya berharap kepengurusan baru mampu membawa perubahan serta meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga panjat tebing di Sultra,” pungkasnya. Dengan visi mewujudkan FPTI Sultra yang solid, transparan, dan berprestasi, seluruh mata kini tertuju pada langkah konkret pengurus baru dalam menghadapi agenda Porprov.