Harga BBM Pertamina 23 Oktober 2026: Pertalite Rp 10.000, Pertamax Rp 15.950 per Liter

Penulis: Naufal Aditama  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:19:01 WIB
Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa per 23 Oktober 2026 tidak berubah, dengan Pertalite tetap Rp 10.000 per liter.

SULAWESI TENGGARA — Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa per 23 Oktober 2026 tidak berubah, dengan Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Pertamax Rp 15.950 per liter. Tarif itu bertahan sejak penyesuaian terakhir 2 September 2026 dan berlaku di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, serta Jawa Timur. Di luar Jawa, harga Pertamax bergerak Rp 15.150–16.650 per liter tergantung wilayah distribusi.

PT Pertamina (Persero) belum mengubah daftar harga bahan bakar minyak di sejumlah wilayah pada 23 Oktober 2026. Untuk kawasan Jawa, angka yang dipasang di SPBU masih sama dengan periode penyesuaian 2 September 2026.

Pertalite bertahan di Rp 10.000 per liter. Pertamax dijual Rp 15.950 per liter, sementara Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 masing-masing Rp 19.600 dan Rp 19.150 per liter.

Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa per 23 Oktober 2026

Daftar berikut berlaku untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur:

  • Pertamax Turbo: Rp 19.600/liter
  • Pertamax Green 95: Rp 19.150/liter
  • Pertamax: Rp 15.950/liter
  • Pertamax Pertashop: Rp 15.850/liter
  • Pertalite: Rp 10.000/liter
  • Pertamina Dex: Rp 25.200/liter
  • Dexlite: Rp 23.700/liter
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800/liter

Bali, NTB, dan NTT Ikut Tarif Jawa

Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur memakai patokan harga yang sama dengan Pulau Jawa untuk sebagian besar produk. Pertamax Turbo Rp 19.600 per liter, Pertamax Rp 15.950 per liter, dan Pertalite Rp 10.000 per liter.

Ada satu catatan khusus di NTT: Biosolar non-subsidi dipasarkan Rp 23.600 per liter, di luar Biosolar subsidi yang tetap Rp 6.800 per liter.

Selisih Harga Antarkawasan di Luar Jawa

Perbedaan tarif muncul saat masuk ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah timur Indonesia. Faktor distribusi dan jarak logistik membuat harga Pertamax di sejumlah daerah lebih tinggi dibanding Jawa.

Sumatera Utara dan Aceh mematok Pertamax Rp 16.300 per liter dengan Pertamax Turbo Rp 20.000 per liter. Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau lebih tinggi lagi: Pertamax Rp 16.650 per liter dan Pertamax Turbo Rp 20.450 per liter.

Kawasan FTZ Batam dan FTZ Sabang justru lebih murah karena fasilitas kawasan bebas pajak. Di FTZ Batam, Pertamax Rp 15.150 per liter dan Pertamax Turbo Rp 18.550 per liter. Di FTZ Sabang, Pertamax Rp 14.950 per liter tanpa Pertamax Turbo dalam daftar.

Harga Pertamax di Kalimantan hingga Papua

Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, dan Timur memakai Pertamax Rp 16.300 per liter. Kalimantan Utara lebih tinggi, Rp 16.650 per liter, mengikuti pola wilayah dengan biaya distribusi lebih besar.

Seluruh Sulawesi menetapkan Pertamax Rp 16.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp 20.000 per liter. Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, serta daerah pemekaran Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah memakai angka Pertamax Rp 16.300 per liter.

Sejumlah wilayah timur tidak mencantumkan Pertamax Turbo dalam daftar resmi, yakni Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan tiga provinsi pemekaran. Untuk produk diesel, Dexlite di kawasan timur berada di Rp 24.200 per liter.

Harga Solar Subsidi Tetap Seragam

Biosolar subsidi menjadi satu-satunya produk yang harganya identik di seluruh daftar, yakni Rp 6.800 per liter. Angka ini tidak berubah dari periode sebelumnya dan berlaku dari Aceh sampai Papua.

Pertamina Dex, produk diesel non-subsidi dengan cetane number tertinggi, dipasarkan Rp 25.200 per liter di Jawa dan Bali, lalu Rp 25.750 per liter di sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua. Wilayah FTZ Batam dan FTZ Sabang memakai tarif lebih rendah, masing-masing Rp 23.950 dan tanpa pencantuman Pertamina Dex di Sabang.

Daftar harga ini mengacu pada data per 19–23 Oktober 2026. Pembeli disarankan mengecek papan harga di SPBU terdekat karena penetapan tarif di tiap kabupaten/kota dapat mengikuti kebijakan daerah dan biaya distribusi setempat.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top