KENDARI — Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar Nasrol Adil menyebut seluruh 19 Zona Musim di Sulawesi Tenggara hingga dasarian II September 2026 telah memasuki musim kemarau. Kondisi itu mencakup seluruh wilayah provinsi.
Dalam periode 21 hingga 30 September 2026, BMKG tidak mengidentifikasi potensi curah hujan tinggi berkategori waspada, siaga, maupun awas di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Sebaliknya, potensi kekeringan meteorologis justru tercatat di sejumlah wilayah dengan tingkat kewaspadaan berbeda.
Untuk Kota Kendari, wilayah yang masuk peringatan dini kekeringan meteorologis kategori waspada meliputi Abeli, Baruga, Kadia, Kambu, Kendari Barat, Kendari, Mandonga, Poasia, Puuwatu, dan Wua-Wua.
Di Kabupaten Kolaka Timur, kategori waspada mencakup Ladongi, Ueesi, dan Uluwoi. Sementara kategori siaga meliputi Aere, Dangia, Lalolae, Lambandia, Loea, Mowewe, Poli Polia, Tinondo, dan Tirawuta.
BMKG juga mencatat potensi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna, Muna Barat, Wakatobi, serta kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Tingkat peringatan berbeda sesuai wilayah kecamatan yang tercantum dalam tabel peringatan dini.
Selain kondisi musim, BMKG mencatat indeks ENSO pada periode Juli-Agustus-September 2026 berada di angka +2,60 atau kategori El Nino sangat kuat. Kondisi itu diprediksi bertahan hingga awal 2027.
Kondisi IOD berada pada fase netral dan berpeluang memasuki fase positif hingga awal 2027. Kombinasi kedua fenomena ini memperkuat peluang curah hujan rendah di wilayah Sulawesi Tenggara dalam beberapa bulan ke depan.
BMKG merekomendasikan informasi peringatan dini itu dijadikan bahan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi terhadap dampak kondisi kekeringan.
"BMKG merekomendasikan informasi tersebut dijadikan bahan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi terhadap dampak kondisi kekeringan. Informasi iklim, prakiraan cuaca, dan peringatan dini lebih rinci dapat diperoleh melalui unit pelaksana teknis BMKG terdekat," demikian pernyataan BMKG.
Warga di wilayah kategori siaga dan waspada perlu memperhatikan pasokan air bersih, terutama di kecamatan yang selama ini mengandalkan sumur dan mata air. Sektor pertanian juga berpotensi terdampak karena musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.
Informasi iklim, prakiraan cuaca, dan peringatan dini terbaru dapat diakses melalui unit pelaksana teknis BMKG terdekat atau kanal resmi BMKG.