Pencarian

Indeks Bisnis UMKM BRI Capai 102,1 di Kuartal II 2026

Kamis, 17 September 2026 • 10:18:02 WIB
Indeks Bisnis UMKM BRI Capai 102,1 di Kuartal II 2026

SULAWESI TENGGARA — Indeks Bisnis UMKM BRI tercatat 102,1 pada kuartal II 2026, masih di fase ekspansif meski melambat dibanding kuartal sebelumnya. Perlambatan dipicu normalisasi permintaan pasca-HBKN dan pelemahan daya beli. Sentimen pelaku UMKM untuk kuartal III justru tetap tinggi di level 120,2.

Paragraf pembuka: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merilis hasil survei Indeks Bisnis UMKM kuartal II 2026 yang menempatkan aktivitas usaha kecil dan menengah pada level 102,1. Angka di atas 100 menandakan UMKM masih bergerak di zona ekspansi, walau lajunya tidak sekuat awal tahun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut ada sejumlah penopang di balik bertahannya aktivitas usaha tersebut. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, panen raya tanaman pangan, harga produk pertanian yang baik, hingga mulai bergulirnya proyek pemerintah dan swasta.

Faktor cuaca yang kondusif serta penyaluran bantuan sosial yang tetap agresif turut menambah tenaga bagi pelaku usaha di kuartal ini.

Mengapa Laju Ekspansi Melambat

Meski masih ekspansif, Indeks Bisnis UMKM BRI tercatat melambat dibanding kuartal I 2026. Normalisasi permintaan setelah HBKN menjadi salah satu penyebab utama, sejalan dengan moderasi pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama.

Tekanan lain datang dari pelemahan daya beli masyarakat, kenaikan harga barang input dan biaya operasional, keterbatasan modal usaha, serta persaingan usaha yang makin ketat. Kombinasi ini membuat sebagian pelaku UMKM menahan laju ekspansi.

Sektor Pertanian hingga Pertambangan Masih Menguat

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor UMKM pada kuartal II 2026 masih mencatat indeks di atas 100. Pertanian, konstruksi, dan pertambangan menjadi tiga sektor yang justru mencatatkan penguatan.

Momentum panen raya dan harga jual produk pertanian yang baik menjadi pendorong utama sektor pertanian. Sementara konstruksi dan pertambangan mendapat dorongan dari mulai bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, ditopang kondisi cuaca yang kondusif.

Industri pengolahan dan jasa-jasa lainnya masih berada di fase ekspansif, tetapi mengalami perlambatan. Penyebabnya tidak jauh dari normalisasi permintaan pasca-HBKN, pelemahan daya beli, kenaikan biaya input, dan persaingan yang semakin ketat.

Optimisme Pelaku UMKM Tetap Terjaga

Indeks Ekspektasi sentimen bisnis pelaku UMKM untuk kuartal III 2026 tercatat 120,2. Level yang jauh di atas 100 ini menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi, sektor usaha, dan perkembangan usaha mereka masih kuat.

Optimisme terlihat pada mayoritas sektor. Konstruksi mencatat kenaikan 7,4 poin menjadi 110,8, sedangkan pertambangan naik 1,6 poin menjadi 108,3. Keduanya didorong bergulirnya proyek pemerintah dan swasta, peningkatan permintaan pasir, batu, dan galian untuk bangunan, serta cuaca yang mendukung.

Aktivitas investasi UMKM juga tetap tumbuh dengan indeks di atas 100. Artinya, di tengah moderasi aktivitas bisnis, pelaku UMKM masih yakin terhadap keberlanjutan usaha mereka.

Kepercayaan ke Pemerintah di Level 107,4

Survei BRI juga mencatat Indeks Kepercayaan Pelaku UMKM terhadap Pemerintah (IKP) pada kuartal II 2026 sebesar 107,4, masih di atas 100. Penilaian tertinggi diberikan pada aspek memberikan rasa aman dan tenteram dengan indeks 130,4.

Aspek menyediakan dan merawat infrastruktur menyusul dengan indeks 116,5. Dua aspek ini menjadi penyumbang terbesar terbentuknya IKP di atas level netral.

Hery menilai hasil survei secara keseluruhan menunjukkan pelaku UMKM masih punya daya tahan di tengah moderasi aktivitas ekonomi. Tekanan terhadap daya beli, kenaikan biaya usaha, dan persaingan yang makin ketat tidak serta-merta memadamkan optimisme mereka.

"Kondisi ini menunjukkan pentingnya terus menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menciptakan ruang bagi UMKM untuk berkembang. BRI akan terus mencermati dinamika tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM agar mampu menjaga keberlanjutan usaha dan menangkap peluang pertumbuhan ke depan," ujar Hery.

Penutup: Prospek kuartal III 2026 diperkirakan tetap ekspansif meski lebih moderat, dengan proyek pemerintah dan swasta sebagai penopang. Pelemahan daya beli dan risiko El Nino, khususnya bagi sektor pertanian, menjadi dua hal yang perlu dicermati pelaku usaha dalam beberapa bulan ke depan.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Sektor UMKM?
pa saja yang mencatat penguatan pada kuartal II 2026? A: Pertanian, konstruksi, dan pertambangan menjadi tiga sektor yang mencatatkan penguatan, didorong panen raya, harga jual produk pertanian yang baik, serta bergulirnya proyek pemerintah dan swasta.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks