Pencarian

Prabowo Janji Manfaat Kopdes Merah Putih Mulai Dirasakan 2027

Kamis, 17 September 2026 • 12:48:01 WIB
Prabowo Janji Manfaat Kopdes Merah Putih Mulai Dirasakan 2027

SULAWESI TENGGARA — Presiden Prabowo Subianto menargetkan manfaat Koperasi Desa Merah Putih mulai dirasakan masyarakat pada 2027, setelah tahun ini pemerintah mengebut kesiapan operasional 6.000 koperasi. Lewat koperasi itu, rantai pasok komoditas dari petani ke konsumen dipangkas sehingga margin perantara yang selama ini mencapai Rp 313 triliun bisa ditekan.

Presiden Prabowo Subianto memastikan pembangunan rantai pasok hingga tingkat desa menjadi kunci pemangkasan biaya logistik pangan nasional. Dalam acara Presiden Prabowo Menjawab, Kamis (17/9/2026), ia menyatakan efek penurunan harga baru akan terasa beberapa bulan setelah koperasi beroperasi penuh, dengan perkiraan pada 2027.

Sejauh ini pemerintah mencatat 6.000 koperasi desa sudah beroperasi. Jumlah tersebut menjadi basis awal sebelum perluasan jaringan ke seluruh desa pada tahun-tahun berikutnya.

Margin Perantara Capai Rp 313 Triliun

Prabowo memaparkan hasil panen petani selama ini melewati sekitar lima perantara sebelum sampai ke konsumen. Setiap perantara mengambil margin keuntungan sekitar 30-40% yang pada akhirnya dibebankan ke harga beli masyarakat.

Akumulasi ekonomi dari margin para perantara itu ditaksir mencapai Rp 313 triliun. Angka tersebut dinilai tidak ideal karena konsumen membayar bahan pangan lebih mahal, sementara petani belum menerima penghasilan optimal dan sebagian besar keuntungan dinikmati perantara.

"Pertama kali dalam sejarah Republik, kita punya rantai pasok sampai ke desa. Berarti kita bisa memotong banyak sekali biaya logistik, dan ini nanti efeknya akan terasa saya kira beberapa bulan sesudah, mungkin tahun 2027 atau 2008 akhir," ujar Prabowo.

Margin Kopdes Ditekan ke 5-10%

Melalui Koperasi Desa Merah Putih, barang dari petani hanya melewati koperasi sebagai satu-satunya perantara. Margin yang ditetapkan koperasi jauh lebih rendah, yakni 5-10%, dengan akumulasi nilai ekonomi sekitar Rp 50 triliun.

Selisih antara Rp 313 triliun dan Rp 50 triliun menjadi gambaran potensi penghematan yang bisa dinikmati konsumen desa jika model rantai pasok ini berjalan sesuai rencana. Pemerintah menempatkan koperasi sebagai instrumen tunggal yang menyalurkan komoditas petani ke pasar desa.

Apa Artinya bagi Petani dan Konsumen

Bagi petani, pemangkasan perantara berpotensi memperbaiki harga jual karena posisi tawar mereka tidak lagi tertekan jaringan tengkulak berlapis. Bagi konsumen, harga bahan pangan di tingkat desa berpeluang lebih murah seiring turunnya komponen biaya distribusi.

Risiko utama terletak pada eksekusi di lapangan. Koperasi desa perlu memastikan kapasitas pembelian, penyimpanan, dan distribusi berjalan konsisten agar tidak menjadi simpul baru yang justru menambah biaya.

Pemerintah masih mempercepat kesiapan koperasi desa sepanjang tahun ini. Evaluasi atas 6.000 koperasi yang sudah beroperasi akan menjadi indikator apakah target manfaat pada 2027 dapat tercapai.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks