SULAWESI TENGGARA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyabet empat penghargaan Fortune Indonesia 100 2026, ditopang laba bersih Rp 31,2 triliun pada semester I 2026. Pencapaian itu menandai lima tahun berturut-turut BRI bertahan di jajaran Top Fortune 100 Indonesia.
Selain mempertahankan predikat Top Fortune 100 Indonesia, BRI membawa pulang tiga penghargaan lain: Highest Net Profit, Biggest Company by Asset, dan Biggest Company by Market Cap. Pemeringkatan Fortune Indonesia 100 memakai sejumlah indikator utama, mulai dari pendapatan, laba bersih, aset, ekuitas, hingga kapitalisasi pasar. Konsistensi BRI di posisi teratas sektor keuangan mencerminkan skala bisnis dan fundamental perseroan yang masih terjaga di tengah persaingan industri.
Hingga akhir triwulan II 2026, BRI Group membukukan laba bersih Rp 31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp 2.352 triliun atau naik 11,7 persen yoy, ditopang kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2 persen yoy menjadi Rp 1.646 triliun.
Profitabilitas ikut menguat. Return on Equity (ROE) BRI naik dari 16,6 persen pada triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada triwulan II 2026, sementara Return on Assets (ROA) bertahan di kisaran 2,7 persen. Perbaikan kualitas aset berjalan seiring pertumbuhan kredit, memberi ruang bagi perseroan untuk menjaga margin tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut capaian itu tidak lepas dari dukungan nasabah dan pekerja BRI atau Insan BRILiaN. Menurutnya, perseroan terus mempertajam arah transformasi lewat BRIvolution Reignite.
"Di tengah dinamika lanskap industri keuangan, BRI terus mempertajam arah transformasi melalui BRIvolution Reignite. Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat mesin pertumbuhan perseroan secara menyeluruh, mulai dari struktur pendanaan, kapabilitas digital, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan sumber-sumber pertumbuhan baru guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Hery.
BRIvolution Reignite berdiri di atas dua pilar utama yang didukung enam enabler. Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, mengarah pada penguatan struktur pendanaan agar lebih efisien dan stabil lewat penguatan CASA serta peningkatan kapabilitas transaction banking. Pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, fokus memperkuat penyaluran kredit mikro sebagai bisnis inti sekaligus membangun mesin pertumbuhan consumer banking.
"BRIvolution Reignite kami jalankan untuk memastikan BRI tidak hanya tumbuh semakin besar, tetapi juga semakin kuat dan produktif. Transformasi dilakukan secara menyeluruh pada mesin bisnis maupun organisasi agar setiap potensi yang dimiliki BRI dapat dikonversi menjadi pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," lanjut Hery.
Pengakuan atas posisi BRI tidak berhenti di level nasional. Dalam Fortune Southeast Asia 500 2026, BRI menempati peringkat pertama di antara perusahaan sektor finansial asal Indonesia dan posisi ke-14 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara. BRI berada di jajaran korporasi utama kawasan bersama Olam Group dari Singapura, Petrovietnam dari Vietnam, Top Frontier Investment dari Filipina, dan Sea dari Singapura.
Bagi nasabah dan pelaku UMKM, skala aset dan jaringan BRI yang luas menjadi penopang utama penyaluran kredit mikro. Pertumbuhan kredit 16,2 persen yoy menunjukkan permintaan pembiayaan di segmen usaha kecil tetap berjalan, sekaligus menegaskan peran BRI sebagai penyalur kredit terbesar di segmen tersebut.
Empat penghargaan Fortune Indonesia 100 2026 menegaskan posisi BRI sebagai bank dengan aset dan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas aset dan efisiensi pendanaan agar pertumbuhan laba dua digit tetap berlanjut hingga akhir tahun.