Pencarian

Dishub Sultra Luncurkan 5 Sistem Digital untuk Tutup Kebocoran PAD Rp 34,7 Miliar

Rabu, 23 September 2026 • 07:46:01 WIB
Dishub Sultra Luncurkan 5 Sistem Digital untuk Tutup Kebocoran PAD Rp 34,7 Miliar
Kepala Dishub Sultra Muhammad Fadlansyah memperkenalkan lima sistem digital untuk memperbaiki tata kelola perhubungan.

KENDARI — Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara memperkenalkan lima sistem digital baru guna memperbaiki tata kelola sektor perhubungan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh pendapatan asli daerah masuk utuh ke kas daerah.

Peluncuran bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026. Lima inovasi tersebut meliputi E-Retribusi Pelabuhan, E-Retribusi Parkir, Sistem Informasi Pelayanan Operator Kapal (SIP-OK), Sistem Informasi Lahan dan Bangunan Plus (SILABANG), serta Sistem Informasi Rekanan Langsung (SIRAL).

Integrasi Langsung ke Bank Sultra

Seluruh aplikasi terintegrasi langsung dengan Bank Sultra. Penjabat Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Dishub Sultra, Muhammad Fadlansyah, menjelaskan digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah nyata menjaga akuntabilitas.

"Semua terhubung ke Bank Sultra. Retribusi langsung masuk ke kas daerah. Ini kita lakukan untuk memastikan tak ada lagi celah yang memungkinkan kebocoran," ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Sistem ini juga memudahkan masyarakat. Pembayaran parkir, retribusi pelabuhan, hingga biaya penyeberangan dapat dilakukan menggunakan satu kartu uang elektronik yang dapat diisi ulang, mirip sistem e-Money. Konsep ini akan diterapkan di seluruh pelabuhan kewenangan Pemprov Sultra.

Target PAD Rp 34,7 Miliar, Realisasi Baru 70 Persen

Dishub Sultra menargetkan penerimaan PAD tahun ini mencapai Rp 34,7 miliar. Realisasi hingga saat ini sekitar 70 persen. Digitalisasi diharapkan mempercepat pencapaian target tersebut sekaligus meningkatkan transparansi.

Selain sistem pembayaran, SILABANG akan mengelola sewa lahan dan bangunan milik dinas. SIRAL menyederhanakan kerja sama dengan rekanan, sedangkan SIP-OK memudahkan pelayanan bagi para operator kapal.

"Inovasi bukan hanya soal teknologi, melainkan soal pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan memberi kepastian bagi masyarakat serta pelaku usaha," tegas Fadlansyah.

Rehabilitasi Tiga Pelabuhan Penyeberangan

Digitalisasi ini berjalan beriringan dengan pembenahan fisik. Tahun ini, Pemprov Sultra merehabilitasi tiga pelabuhan penyeberangan secara menyeluruh: Torobulu, Amolengo, dan Tampo. Pembangunan dipastikan mencakup sisi darat maupun sisi laut.

Fadlansyah mengingatkan keberhasilan sistem ini tidak hanya bergantung pada perangkat lunak. Komitmen seluruh jajaran untuk menggunakannya secara konsisten menjadi kunci.

Dengan semangat Harhubnas bertema "Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju", transformasi ini diharapkan mengubah cara kerja di lingkungan Pemprov Sultra. Dari sekadar melayani, menjadi berinovasi secara berkelanjutan demi Sulawesi Tenggara yang maju, aman, dan sejahtera.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kendarinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks