Pensiunan Kehutanan Sultra Peringati HUT ke-42 dengan Tanam Pohon, Donor Darah, dan Anjangsana ke Lansia

Penulis: Lendra Saputra  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 13:35:05 WIB
Pensiunan ASN kehutanan Sultra menanam puluhan bibit pohon sebagai bagian peringatan HUT ke-42 PENSHUTINDO.

KENDARI — Puluhan pensiunan ASN kehutanan yang tergabung dalam PENSHUTINDO Sulawesi Tenggara menggelar aksi nyata di momen HUT ke-42 organisasi. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) hingga Selasa (5/5/2026) ini tidak berhenti pada seremonial, tetapi mencakup penanaman pohon, donor darah, dan anjangsana ke anggota yang sudah uzur.

Aksi penghijauan menjadi pembuka rangkaian acara. Sebanyak puluhan bibit pohon ditanam di area depan masjid Yayasan Pesantren Ummusshabri. Jenis tanaman yang dipilih meliputi cempaka, tanjung, dan sejumlah pohon peneduh lainnya.

Bukan Sekadar Seremonial, tapi Sedekah Jariyah

Wakil Ketua PENSHUTINDO Sultra, H. Ansar, menegaskan bahwa kegiatan menanam pohon ini adalah bentuk tanggung jawab moral yang berkelanjutan. “Kegiatan menanam pohon hari ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan sebuah ikhtiar nyata dalam menjaga amanah Allah SWT sebagai khalifah di bumi untuk merawat alam,” ujarnya.

Menurut Ansar, aksi ini juga dimaknai sebagai sedekah jariyah bagi lingkungan dan generasi mendatang. “Kita menanam hari ini bukan hanya untuk diri kita sendiri,” imbuhnya.

Anjangsana ke Sesepuh Berusia 86 Tahun

Usai penanaman, pengurus organisasi langsung bergerak melakukan anjangsana ke rumah sejumlah pensiunan yang sedang sakit maupun telah lanjut usia. Salah satu yang dikunjungi adalah Zaelany Sam A Rizal, mantan KBTU Kanwil Kehutanan Sultra yang kini berusia 86 tahun.

Ketua PENSHUTINDO Sultra, Drs. H. Haris, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang mempererat solidaritas. “Walaupun kita sudah pensiun harus tetap produktif, tetap kompak dan saling memotivasi,” kata Haris saat ditemui di sela acara.

Donor Darah dan Edukasi Stroke di Puncak Acara

Puncak peringatan digelar di Aula Dinas Kehutanan Sultra pada Selasa (5/5/2026). Sebelum ramah tamah dimulai, pengurus menggelar bakti sosial donor darah bekerja sama dengan PMI Kendari. Hasilnya, belasan kantong darah berhasil dikumpulkan.

Pada kesempatan yang sama, anggota mengikuti penyuluhan kesehatan bertema stroke yang dibawakan dokter spesialis saraf, dr. Ashaeryanto, MMed.Ed, Sp.N. Para pensiunan mendapat edukasi mengenai bahaya stroke, penanganan cepat, serta pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut.

Acara ramah tamah ditutup dengan pembacaan doa dan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan. Beberapa tokoh hadir, antara lain mantan Kepala Dinas Kehutanan Sultra Sahid dan Ketua PWRI Sultra H. Yusran Silondae.

Lebih dari 400 Anggota, Dana dari Iuran Rp10 Ribu per Bulan

Haris mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pensiunan kehutanan di Sultra tercatat lebih dari 400 orang dan terus bertambah setiap tahun. Organisasi yang berdiri sejak 30 April 1984 ini sempat vakum, namun kembali aktif sejak tahun lalu dengan pertemuan rutin tiga bulan sekali.

Seluruh kegiatan dibiayai secara mandiri. “Dana organisasi berasal dari iuran anggota sebesar Rp10 ribu per bulan sesuai ketentuan organisasi. Kalau ada kegiatan seperti sekarang ini, biasanya anggota dan pengurus ikut membantu secara sukarela,” jelas Haris.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: lajur.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top