RSJPD Oputa Yi Koo Kendari Mulai Layani Tindakan Jantung Tanpa Bedah, 17 RSUD di Sultra Ikut Jejaring Pengampuan

Penulis: Naufal Aditama  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 16:06:21 WIB
RSJPD Oputa Yi Koo Kendari resmi melayani tindakan Intervensi Non Bedah jantung sejak 15 Mei 2026.

KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi mengoperasikan layanan Intervensi Non Bedah (INB) jantung perdana di RSJPD Oputa Yi Koo Kendari pada Jumat (15/5/2026). Langkah ini menandai babak baru dalam akses layanan kesehatan spesialistik di wilayah timur Indonesia.

Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Muhammad Fadlansyah, menegaskan bahwa layanan ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas. "Harapannya masyarakat Sulawesi Tenggara bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah," ujarnya saat membuka kegiatan Proctorship INB Perdana.

Tujuh Pasien Pertama Jalani Tindakan, Antrean Masih Panjang

Direktur RSJPD Oputa Yi Koo, dr. Agus Purnomo Hidayat, mengungkapkan bahwa tindakan INB telah dilakukan sejak sehari sebelumnya terhadap tujuh pasien. Mereka berasal dari Bombana, Kolaka Timur, Konawe, dan Kendari. Menurutnya, tingginya jumlah pasien yang datang menunjukkan bahwa kebutuhan layanan jantung di Sultra masih sangat besar dan belum sepenuhnya terpenuhi.

Kolaborasi Nasional: Harapan Kita, Sardjito, dan Kemenkes

Program ini tidak berjalan sendiri. Peluncuran layanan INB jantung merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI, RSJPD Harapan Kita Jakarta, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan RSJPD Oputa Yi Koo. Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. Sardjito, dr. Affan Priyambodo Permana, menekankan pentingnya transfer pengetahuan, teknologi, dan tata kelola rumah sakit untuk mendukung kualitas pelayanan di daerah.

Direktur Layanan Operasional RSJPD Harapan Kita Jakarta, Dr. Haruddin, menyebut hadirnya layanan INB di Sultra sebagai kemajuan penting bagi masyarakat. Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI, dr. Budhi Suryadharma, menambahkan bahwa program pengampuan rumah sakit adalah bagian dari transformasi kesehatan nasional, khususnya untuk memperkuat layanan prioritas penyakit jantung dan pembuluh darah.

Jejaring 17 RSUD se-Sultra: Sistem Rujukan Lebih Cepat

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengampuan layanan jantung bersama rumah sakit daerah di 17 kabupaten/kota. Sebanyak 17 RSUD bergabung dalam jejaring ini, termasuk RSUD Buton Tengah, RSUD Kolaka Timur, RSUD Bombana, RSUD Konawe Selatan, RSUD Konawe, RSUD Muna, RSUD Wakatobi, RS Benyamin Guluh Kolaka, hingga RSUD Kota Kendari dan RSUD Kota Baubau.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem rujukan, mempercepat penanganan pasien, serta memperluas akses layanan kesehatan spesialistik di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara. Dengan adanya jejaring ini, pasien dari daerah terpencil tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota besar hanya untuk mendapatkan penanganan jantung dasar.

Mengapa Layanan INB Penting bagi Warga Sultra?

Intervensi Non Bedah (INB) adalah metode penanganan penyakit jantung tanpa operasi terbuka, seperti pemasangan ring atau kateterisasi. Sebelumnya, warga Sultra yang membutuhkan tindakan ini harus dirujuk ke Makassar atau Jakarta, yang memakan waktu, biaya, dan risiko perjalanan. Kini, dengan hadirnya layanan INB di Kendari, beban tersebut bisa dikurangi secara signifikan.

Pemerintah Provinsi Sultra berharap layanan ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya di RSJPD Oputa Yi Koo tetapi juga di rumah sakit daerah lainnya melalui program pengampuan yang telah dicanangkan.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: tegas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top