SULAWESI TENGGARA — Google resmi meluncurkan Googlebooks, sebuah kategori laptop baru yang menjalankan sistem operasi berbasis Android dengan tampilan ala ChromeOS. Perangkat ini disebut sebagai laptop pertama yang dirancang dengan Gemini Intelligence sebagai inti pengalaman pengguna. Pengumuman dilakukan dalam acara The Android Show, tanpa menyebutkan nama resmi sistem operasi anyar tersebut.
Spesifikasi dan Mitra Manufaktur
Googlebooks mengusung material bodi logam, layar resolusi tinggi, dan chipset dari Intel, MediaTek, serta Qualcomm. Semua model akan dibekali Glowbar, sebuah strip lampu RGB yang terintegrasi di bodi perangkat.
Google menggandeng lima produsen besar untuk merilis Googlebooks pada musim gugur 2026 (sekitar September-Desember): Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Samsung tidak disebut dalam pengumuman awal, namun laporan eksklusif sebelumnya mengindikasikan perusahaan asal Korea Selatan itu tengah mengembangkan laptop bermerek Galaxy dengan Android dan One UI 9. Google VP John Maletis dalam wawancara dengan ChromeUnboxed menyatakan akan ada lebih banyak mitra hardware ke depannya, mengisyaratkan kemungkinan Samsung bergabung.
Fitur Unggulan Gemini Intelligence
Gemini Intelligence menjadi pusat interaksi di Googlebooks. Salah satu fitur andalannya adalah kursor pintar: saat pengguna menggoyangkan mouse di atas elemen tertentu, muncul opsi kontekstual. Misalnya, saat menunjuk tanggal di email, Gemini menyarankan pembuatan jadwal kalender atau panggilan video. Jika menyorot beberapa gambar, Gemini menawarkan penggabungan menjadi satu gambar hasil AI. Saat menunjuk teks di kotak teks, fitur ini dapat menyarankan perbaikan bahasa.
Fitur lain mencakup pembuatan widget kustom langsung dari perintah teks. Contoh yang diberikan Google: pengguna yang naik sepeda bisa membuat widget yang menampilkan cuaca, kualitas udara, kecepatan angin, dan kemungkinan hujan dalam satu tampilan. Fitur ini juga tersedia di Android 17.
Integrasi dengan Ponsel Android
Googlebooks memungkinkan akses aplikasi ponsel melalui ikon berbentuk telepon di taskbar. Pengguna bisa melakukan casting aplikasi dari ponsel Android ke layar laptop, seperti memesan makanan sambil bekerja. Notifikasi ponsel juga bisa diakses langsung dari laptop. Manajer file bawaan dapat mengakses file dari Google Drive maupun dari ponsel atau tablet Android yang terhubung.
Antarmuka dan Aplikasi Bawaan
Taskbar di bagian bawah layar menampilkan kotak pencarian Google, pintasan ponsel, dan ikon aplikasi favorit. Waktu dan tanggal berada di pojok kiri atas, sementara panel Quick Settings diakses dari pojok kanan atas. Status bar menampilkan baterai, Wi-Fi, dan notifikasi. Pengguna bisa menyesuaikan tampilan sistem, termasuk ikon aplikasi dan warna, seperti di ponsel Android modern.
Aplikasi native yang dioptimalkan untuk layar besar meliputi Chrome, Gmail, Google Calendar, Google Drive, Google Gemini, Google Photos, Google Play Store, dan YouTube. Karena berbasis Android, kemungkinan besar semua aplikasi dan game dari Play Store bisa dipasang di Googlebooks.
Ketersediaan dan Target Pasar
Googlebooks akan mulai tersedia pada musim gugur 2026 melalui mitra Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Belum ada informasi harga resmi maupun ketersediaan di Indonesia. Kategori ini menyasar pengguna yang menginginkan laptop premium dengan ekosistem Google yang terintegrasi penuh dan kemampuan AI yang proaktif.