KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa kehadiran negara tidak boleh berhenti pada seremoni atau publikasi kegiatan. Pernyataan itu disampaikan di hadapan ribuan ASN saat memimpin Apel Gabungan di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, birokrasi harus mampu memberikan solusi nyata, terutama ketika potensi bencana hidrometeorologi mengancam warga.
Andi Sumangerukka menjelaskan, banjir di sejumlah wilayah Sultra tidak semata-mata akibat tingginya debit air hujan. Faktor lain seperti drainase yang buruk dan penumpukan sampah di saluran air justru memperparah kondisi.
"Jangan hanya membersihkan lingkungan kantor saja, tetapi lihat daerah-daerah yang memang urgen untuk dilakukan pembersihan agar dampak banjir bisa diminimalkan," ujar Andi Sumangerukka dalam arahannya.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan sinergi dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah mengoptimalkan kegiatan hari bersih-bersih setiap Selasa, dengan sasaran utama wilayah yang kerap tergenang air.
Peringatan gubernur ini didasari data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat peningkatan curah hujan dengan intensitas tinggi. Dalam beberapa bulan terakhir, hujan deras bahkan bisa terjadi hanya dalam kurun waktu satu hari, sehingga berpotensi memicu banjir dadakan di daerah-daerah dengan sistem drainase lemah.
Selain persoalan lingkungan, Andi Sumangerukka juga mengingatkan para ASN untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Ia mendorong pola pikir positif, perilaku hidup bersih, serta olahraga rutin sebagai bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh di tengah cuaca ekstrem.
Melalui apel gabungan ini, gubernur berharap tidak ada lagi ASN yang bekerja secara prosedural tanpa dampak. Ia ingin setiap pegawai memiliki kepekaan terhadap persoalan di lingkungan sekitar, bukan hanya menunggu instruksi dari pimpinan.
"Makna menghadirkan negara bukan hanya sekadar menjalankan kegiatan atau melakukan publikasi, melainkan bagaimana pemerintah mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan," tegasnya.
Langkah ini menjadi penekanan baru bagi jajaran Pemprov Sultra untuk bergerak lebih cepat, terutama dalam menghadapi musim hujan yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.