KENDARI — Toko ritel serba ada STARCROSS yang sebelumnya beroperasi di pusat Kota Kendari, kini telah resmi menempati lokasi baru. Keputusan ini diambil manajemen untuk merespons sejumlah tantangan, mulai dari tekanan ekonomi hingga pergeseran kebiasaan belanja masyarakat yang kian beralih ke platform digital.
Manajemen STARCROSS tidak merinci secara persis alamat baru maupun jarak perpindahan dari lokasi sebelumnya. Namun, relokasi ini disebut sebagai bagian dari efisiensi operasional dan upaya mendekatkan diri dengan basis konsumen yang masih setia berbelanja secara offline.
Pemindahan ini juga menjadi respons atas menurunnya daya beli masyarakat kelas menengah di Kendari dalam beberapa bulan terakhir. Menurut catatan internal perusahaan, omzet semester pertama tahun ini mengalami tekanan akibat kenaikan harga barang pokok dan pengurangan belanja diskresioner rumah tangga.
Perubahan pola konsumsi warga Kendari yang kian mengandalkan e-commerce dan layanan pesan-antar menjadi faktor lain yang mendorong manajemen mengevaluasi model bisnis. STARCROSS kini tidak lagi hanya mengandalkan lalu lintas pejalan kaki, tetapi mulai mengintegrasikan layanan pemesanan jarak jauh.
“Kami melihat pergeseran yang cukup signifikan. Pelanggan sekarang lebih suka belanja dari rumah, terutama untuk kebutuhan harian,” ujar perwakilan manajemen STARCROSS Kendari dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, STARCROSS mulai mengaktifkan kanal pemesanan via WhatsApp dan menggandeng mitra logistik lokal. Langkah ini diharapkan dapat menjangkau konsumen yang tidak sempat datang langsung ke toko.
Di lokasi baru, tata letak produk dan konsep pelayanan juga mengalami penyesuaian. Manajemen menyebutkan bahwa kategori produk kebutuhan pokok dan barang sehari-hari kini mendapat porsi lebih besar, sementara barang non-esensial dikurangi stoknya.
Selain itu, STARCROSS juga memperkenalkan program loyalitas berbasis aplikasi sederhana yang bisa diakses lewat ponsel. Program ini dirancang untuk mempertahankan pelanggan tetap di tengah gempuran diskon dari ritel online.
Belum ada informasi resmi mengenai investasi yang dikeluarkan untuk proses relokasi dan renovasi toko baru. Namun, manajemen memastikan bahwa seluruh karyawan tetap dipertahankan dan tidak ada pengurangan tenaga kerja dalam proses perpindahan ini.
Relokasi STARCROSS menjadi cerminan kondisi ritel tradisional di kota-kota?? di Indonesia. Meski tekanan dari e-commerce terus menguat, toko fisik masih memiliki pangsa pasar tersendiri, terutama untuk segmen konsumen yang mengutamakan kepastian ketersediaan barang dan pengalaman berbelanja langsung.
Manajemen STARCROSS optimistis bahwa dengan penyesuaian strategi dan lokasi yang lebih efisien, toko ini masih bisa bertahan dan tumbuh di tengah persaingan. “Kami tidak melawan arus digital, tapi berusaha berenang di dalamnya,” pungkas perwakilan manajemen.