SULAWESI TENGGARA — Pusat Prakiraan Meteorologi dan Hidrologi Nasional Vietnam melaporkan, dalam enam jam ke depan, risiko bencana hidrometeorologi mengancam provinsi Tuyen Quang, Cao Bang, dan Quang Ninh. Peringatan ini dikeluarkan setelah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari tadi.
Di Tuyen Quang, curah hujan tercatat mencapai 101,6 milimeter di Tan Lap 2 dalam periode lima jam, sementara di Phinh Ho, Quang Ninh, angkanya mencapai 113,6 milimeter. Model kelembaban tanah menunjukkan beberapa daerah telah mendekati atau mencapai titik jenuh, yaitu di atas 85 persen.
Otoritas setempat telah memetakan titik-titik dengan kerentanan tinggi. Penduduk di kecamatan dan kelurahan berikut diminta meningkatkan kewaspadaan:
Badan meteorologi memperingatkan, banjir bandang dan longsor yang dipicu oleh hujan deras ini berpotensi menimbulkan dampak serius. Selain mengancam keselamatan jiwa, bencana ini dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas lokal, merusak infrastruktur publik, serta mengganggu kegiatan produksi dan sosial-ekonomi masyarakat.
“Pemerintah daerah perlu memperhatikan dan meninjau titik-titik rawan serta lokasi-lokasi rentan di wilayah tersebut untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan,” demikian imbauan resmi badan meteorologi, seperti dikutip Vietnam.vn.
Dalam tiga hingga enam jam ke depan, hujan diperkirakan masih akan terus mengguyur ketiga provinsi tersebut. Curah hujan kumulatif di Tuyen Quang diprediksi mencapai 30-60 milimeter, dengan beberapa titik bisa melebihi 90 milimeter. Sementara di Quang Ninh, angka kumulatif berkisar antara 10-20 milimeter dan bisa mencapai lebih dari 40 milimeter di daerah tertentu.
Tingkat risiko bencana alam yang ditetapkan masih berada pada level satu, yakni level terendah dalam skala peringatan dini Vietnam. Meski demikian, pemerintah daerah diminta tidak lengah dan segera melakukan langkah evakuasi preventif jika kondisi cuaca semakin memburuk.