IHSG Menguat 0,4% ke 5.897, Saham RATU dan RAJA Pimpin Kenaikan Sektor Energi

Penulis: Obi Permana  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 10:22:31 WIB
IHSG menguat 0,4% ke level 5.897 pada perdagangan pagi ini di Sulawesi Tenggara.

SULAWESI TENGGARA — Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.904,39 dan terendah 5.839,67 pada awal sesi, sebelum akhirnya stabil di kisaran 5.897. Posisi ini masih 1,7% di bawah level 6.000 yang menjadi resisten psikologis utama sejak pekan lalu.

Saham Lapis Kedua dan Ketiga Lebih Bergairah

Data perdagangan hingga pukul 09.29 WIB menunjukkan saham kapitalisasi kecil dan menengah di sektor energi memimpin kenaikan. Raharja Energi Cepu (RATU) melesat 3,38% ke Rp 5.350, disusul Rukun Raharja (RAJA) yang naik 3,06% ke Rp 4.040. Keduanya merupakan emiten dengan bisnis minyak dan gas bumi serta jasa penunjang migas.

Sementara itu, saham berkapitalisasi besar cenderung bergerak lebih moderat. Bayan Resources (BYAN) menguat 0,88% ke Rp 11.425, sedangkan Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 0,77% ke Rp 23.050. Saham Petrosea (PTRO) juga mencatat kenaikan 1,04% ke Rp 3.880.

Enam Saham Energi Stagnan, Tiga Lainnya Tertekan

Di sisi lain, sejumlah saham energi besar justru tidak bergerak. Adaro Andalan Indonesia (AADI) diam di Rp 8.100, Golden Energy Mines (GEMS) di Rp 6.375, dan Bukit Asam (PTBA) di Rp 2.350. Saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO)—dulu dikenal sebagai Adaro Energy—juga stagnan di Rp 2.300.

Tiga saham energi tercatat melemah. Transcoal Pacific (TCPI) turun 1,48% ke Rp 6.650, Paragon Karya Perkasa (PKPK) terkoreksi 0,95% ke Rp 3.130, dan RMK Energy (RMKE) melemah 0,90% ke Rp 2.200.

Volume Tipis, Sinyal Wait and See Investor

Pergerakan IHSG pagi ini terjadi di tengah volume transaksi yang relatif tipis. Hal ini mengindikasikan pelaku pasar masih menunggu katalis baru, baik dari data ekonomi domestik maupun pergerakan harga komoditas global. Harga batu bara acuan (HBA) terakhir tercatat stabil di kisaran US$ 145 per ton, belum memberikan dorongan signifikan bagi saham-saham produsen batu bara murni.

Sebaliknya, saham dengan eksposur bisnis yang lebih terdiversifikasi—seperti RATU dan RAJA yang juga bergerak di sektor minyak dan gas—justru mendapat sentimen positif dari kenaikan harga minyak mentah dunia dalam dua hari terakhir.

Investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Reporter: Obi Permana
Sumber: listrikindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top