Pencarian

Laba Bank Mandiri Naik 11,58 Persen di Q1 2026, Kredit Tembus Rp 1.614 Triliun

Kamis, 09 Juli 2026 • 17:23:31 WIB
Laba Bank Mandiri Naik 11,58 Persen di Q1 2026, Kredit Tembus Rp 1.614 Triliun
Laba bersih Bank Mandiri naik 11,58 persen pada kuartal pertama 2026.

SULAWESI TENGGARA — Bank Mandiri (BMRI) mencatat fenomena menarik pada tiga bulan pertama 2026. Pendapatan total perusahaan susut menjadi Rp 37,6 triliun dari sebelumnya Rp 40 triliun. Namun laba bersih malah terdongkrak signifikan. Rahasianya ada di beban provisi yang turun 20,1 persen secara tahunan, menjadi indikasi kualitas aset yang kian sehat.

Rasio return on equity (ROE) setelah pajak ikut membaik dari 18,9 persen menjadi 20,4 persen. Artinya, efisiensi bank pelat merah ini mulai terlihat hasilnya di laporan keuangan.

Kredit Tumbuh Dua Digit, CASA Jadi Penopang

Segmen wholesale dan corporate masih menjadi andalan utama Bank Mandiri. Kredit konsolidasi per Maret 2026 mencapai Rp 1.614 triliun, naik 16,2 persen dibanding tahun lalu. Pertumbuhan ini tidak lepas dari peran dana murah atau CASA yang ikut menguat 13 persen menjadi Rp 1.215 triliun.

Rasio dana murah yang tinggi ini membuat biaya dana (cost of deposit) bank-only turun dari 2,37 persen menjadi 1,97 persen. Alhasil, net interest margin (NIM) konsolidasi tetap stabil di level 4,70 persen meskipun loan yield tertekan dari 7,64 persen ke 7,11 persen. Likuiditas pun masih longgar dengan LDR bank-only di posisi 90,9 persen.

Kualitas Aset Terjaga, Biaya Kredit Makin Rendah

Rasio kredit bermasalah (NPL) konsolidasi Bank Mandiri tercatat hanya 1,02 persen. Loans at Risk (LaR) juga membaik menjadi 6,02 persen. Cost of credit menurun drastis dari 0,83 persen menjadi 0,58 persen, menandakan risiko gagal bayar nasabah semakin terkendali.

Kondisi ini menjadi modal penting bagi Bank Mandiri untuk terus menggenjot ekspansi tanpa khawatir kualitas aset memburuk.

Ekosistem Digital: 37 Juta Pengguna Livin’ dan 320 Ribu Kopra

Transformasi digital Bank Mandiri terus menunjukkan hasil. Hingga 2025, aplikasi Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh sekitar 37 juta orang. Sementara itu, platform wholesale Kopra by Mandiri mencatatkan 320 ribu pengguna, dan Livin’ Merchant mencapai 3,1 juta merchant.

Ekosistem digital ini tidak hanya memperkuat hubungan transaksional dengan nasabah, tetapi juga menjadi mesin baru untuk mendongkrak pendapatan berbasis biaya (fee-based income).

Arus Kas Operasional Negatif, Ini Penjelasannya

Laporan keuangan mencatat arus kas operasional Bank Mandiri pada Q1 2026 negatif Rp 86,68 triliun. Namun kondisi ini wajar terjadi di industri perbankan. Penyebabnya adalah perubahan aset dan liabilitas operasional, termasuk peningkatan penyaluran kredit dan penurunan deposito berjangka.

Arus kas investasi masih positif Rp 4,03 triliun, sementara arus kas pendanaan negatif Rp 7,77 triliun akibat pembayaran dividen dan pelunasan efek yang diterbitkan.

Valuasi Murah, Peluang di Tengah Tekanan

Pada harga Rp 4.310 per saham (19 Juni 2026), Bank Mandiri diperdagangkan dengan PER 2026F sekitar 7,02 kali dan PBV 1,37 kali. Angka ini berada di area bawah band historis satu tahun terakhir. Dengan fundamental yang solid dan valuasi yang terdiskon, saham BMRI menjadi salah satu yang patut dicermati investor di tengah tekanan loan yield dan kompetisi likuiditas yang masih ketat.

Bagikan
Sumber: pintarsaham.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks