SULAWESI TENGGARA — Empat tahun adalah waktu yang panjang dalam sepak bola. Meski sebagian besar inti skuad Piala Dunia 2026 diproyeksikan masih bisa bersaing di 2030, program Timnas Pria AS kini berada di persimpangan. Kontrak Pochettino telah berakhir, dan US Soccer sudah menawarkan perpanjangan, namun kedua pihak masih mengambil waktu untuk mempertimbangkan.
Langkah pertama dimulai dari Concacaf Nations League yang akan bergulir pada September 2027. AS gagal mencapai final edisi 2025 setelah tumbang dari Panama dan kalah dari Kanada di perebutan tempat ketiga. Turnamen ini menjadi ujian pertama apakah performa impresif di musim panas lalu adalah kenormalan baru, bukan sekadar kebetulan.
Gold Cup 2027 menyusul di musim panas. Secara historis, ajang ini menjadi lahan uji bagi pemain di zona abu-abu skuad utama. Pelatih Pochettino sebelumnya sukses mengintegrasikan Malik Tillman, Sebastian Berhalter, Alex Freeman, dan Matt Freese melalui Gold Cup. Pemain seperti Aidan Morris, Diego Luna, atau Patrick Agyemang yang cedera bisa memanfaatkan turnamen ini sebagai batu loncatan.
Posisi kiper menjadi sorotan. Freese, meski pernah tampil di Gold Cup, terlihat belum matang dan gagal tampil maksimal saat melawan Belgia. Sementara Matt Turner sudah memasuki usia 32 tahun pada Juni lalu. Mendapatkan penjaga gawang utama yang mumpuni sebelum musim panas 2027 menjadi prioritas agar terbangun kohesi dengan tim.
Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Concacaf juga dimulai pada November 2027. AS akan masuk di babak kedua bersama tim-tim unggulan lainnya. Hanya finis pertama atau kedua di grup yang berisi empat tim yang akan meloloskan mereka ke babak final. Tidak ada alasan untuk gagal di fase ini.
Belum ada konfirmasi resmi, namun surat kabar Brasil O Globo melaporkan bahwa edisi 2024 dan 2028 Copa America diberikan secara berpasangan. Jika benar digelar di AS lagi, turnamen ini akan menjadi checkpoint vital di pertengahan siklus. Ini adalah ajang pembuktian bagi para starter untuk mempertahankan tempat mereka jelang babak final kualifikasi Piala Dunia.
Olimpiade Los Angeles 2028 akan digelar di beberapa stadion MLS. Meski mayoritas pemain berusia di bawah 23 tahun, turnamen ini jangan diremehkan. Paris 2024 lalu tidak melahirkan starter Piala Dunia, namun sukses menaikkan pamor Tanner Tessmann yang menjadi kapten tim hingga perempat final. Ajang ini bisa menjadi panggung bagi regenerasi pemain yang akan menggantikan generasi emas setelah Piala Dunia 2030.
Untuk Nations League dan Gold Cup 2029, tugasnya tetap sama: bermain dengan gaya identik tim utama sambil memverifikasi pemain rotasi atau pinggiran. Babak kualifikasi Piala Dunia yang sesungguhnya baru akan dimulai setelah 2028.
Pada titik ini, pelatih AS sudah bisa mempelajari performa turnamen dari 46 pemain: 26 dari Copa America dan 20 pemain muda dari Olimpiade. Ini adalah kolam pemain yang cukup besar untuk memulai, mengingat cedera dan kondisi fisik pemain bisa berubah sewaktu-waktu selama jendela kualifikasi. Pelajaran pahit dari kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 harus menjadi pengingat abadi.