Pencarian

Duel Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026: Ideologis De La Fuente Kontra Pragmatis Rudi Garcia

Jumat, 10 Juli 2026 • 02:01:02 WIB
Duel Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026: Ideologis De La Fuente Kontra Pragmatis Rudi Garcia
De La Fuente memimpin Spanyol dengan rekor tanpa kebobolan di Piala Dunia 2026.

SULAWESI TENGGARA — Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Ini adalah medan tempur antara pelatih yang memegang teguh ideologi permainan melawan pelatih yang menganggap kemenangan adalah satu-satunya agama.

Rekor Nirkalah Spanyol: 35 Laga Tanpa Kebobolan di Piala Dunia 2026

De La Fuente membawa Spanyol dengan wajah baru. Akar ball possession masih kental, tapi tidak lagi kaku seperti era tiki-taka lawas. Hasilnya? Gawang La Roja belum sekalipun kebobolan dalam lima laga Piala Dunia 2026.

Uruguay, Austria, hingga Portugal tak mampu menembus sistem pertahanan racikan pelatih 65 tahun ini. Rodri dan kawan-kawan menjadi mesin yang matang dan sulit dihentikan.

Rudi Garcia: Pelatih Tanpa Ajaran Baku yang Tak Ragu Cadangkan De Bruyne

Di sisi lain, Rudi Garcia adalah antitesis dari De La Fuente. Media Belgia, Nieuwsblad, menggambarkannya sebagai pelatih tanpa sistem permainan yang sakral dan tanpa preferensi kaku terhadap tipe pemain tertentu.

“Seseorang tanpa ajaran baku, tanpa sistem permainan yang sakral, dan tanpa preferensi yang kaku terhadap tipe pemain tertentu. Itulah mengapa ia tidak dianggap sebagai jenius taktik oleh sebagian orang,” tulis Nieuwsblad.

Garcia tak ragu mencadangkan atau mengganti Kevin de Bruyne, Jeremy Doku, atau Hans Vanaken demi stabilitas tim. Baginya, intensitas, agresivitas, dan ketangguhan jauh lebih penting ketimbang penguasaan bola yang indah.

Modal Berbeda: Gelar Lengkap De La Fuente Vs Keputusan Tak Populer Garcia

De La Fuente bukan pelatih sembarangan. Sebelum menangani tim senior, ia membawa Spanyol U-19 dan U-21 juara Eropa, meraih medali emas Olimpiade 2020, serta mengantarkan tim senior juara Nation League 2022/2023 dan Piala Eropa 2024. Satu-satunya trofi yang belum ia raih adalah Piala Dunia.

Piala Dunia 2026 menjadi ajang perdananya. Sementara Garcia datang dengan reputasi sebagai pelatih pragmatis yang tak sungkan mengambil keputusan tak populer asal timnya pulang dengan kemenangan.

Duel di Los Angeles: Antara Sistem dan Hasil Instan

Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion Los Angeles, Inglewood, Amerika Serikat, Jumat (10/7) atau Sabtu (11/7) dini hari WIB. Pertanyaan besarnya: bisakah pragmatisme Garcia menghentikan laju ideologi De La Fuente yang belum terkalahkan?

Yang jelas, satu tim akan pulang. Dan cara mereka kalah atau menang akan menjadi pelajaran tentang mana yang lebih berharga di panggung terbesar sepak bola: memegang prinsip atau meraih hasil. (abs/nva)

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks