Festival Rakyat 2026 di Markas Korem 143/HO Kendari: Nobar Piala Dunia Berpadu Pasar UMKM Selama 12 Hari

Penulis: Lendra Saputra  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:45:51 WIB
Pelaku UMKM menyajikan produk unggulan lokal di Pasar UMKM yang menjadi aktivitas utama Festival Rakyat 2026 di Markas Korem 143/HO Kendari.

KENDARI — Panggung utama festival bukanlah layar raksasa untuk nobar, melainkan lapak-lapak pelaku usaha lokal. Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menegaskan bahwa Pasar UMKM menjadi aktivitas utama sejak siang hingga malam, sementara nobar hanya menjadi hidangan penutup.

“Berbeda dengan kegiatan nobar pada umumnya, Festival Rakyat 2026 menjadikan Pasar UMKM sebagai aktivitas utama. Sejak siang hingga malam, masyarakat dapat menikmati beragam produk unggulan lokal, kuliner, kerajinan, hingga fesyen hasil karya pelaku usaha daerah,” ungkap Anton Timbang kepada KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID, Senin (13/7/2026).

Mengapa Markas TNI Jadi Pusat Keramaian?

Lingkungan Korem 143/HO yang biasanya identik dengan disiplin ketat dan formal kini berubah menjadi ruang interaksi hangat antara prajurit dan warga. Konsep ini sengaja dipilih untuk meruntuhkan sekat antara aparat dan masyarakat sipil.

Festival ini bukan gerakan lokal semata. Ia merupakan bagian dari agenda nasional yang digelar serentak di 38 provinsi dengan memanfaatkan venue Korem/Kodam dan Polda sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Dampak Ekonomi: Panggung Emas UMKM dan Sponsor

Kadin Sultra bertindak sebagai motor penggerak bisnis daerah. Mereka menghubungkan sponsor kakap dan perbankan dengan pelaku UMKM, perusahaan daerah, serta event organizer.

“Kolaborasi ini tidak hanya membuka peluang promosi bagi produk lokal, tetapi juga menciptakan potensi kerja sama bisnis melalui penyediaan booth pameran, sponsorship, hingga berbagai bentuk aktivasi usaha lainnya,” tambah Anton.

Pengunjung tak hanya bisa berbelanja. Pertunjukan seni budaya, permainan rakyat, dan ruang berkumpul komunitas kreatif juga tersaji sepanjang hari.

Nobar Piala Dunia yang digelar malam hari telah mengantongi lisensi resmi. Namun, Kadin dan Korem menekankan bahwa aspek hiburan ini bukan inti festival, melainkan daya tarik tambahan yang memperkuat kehadiran pengunjung ke pasar UMKM.

Keterlibatan kawasan Polda dalam festival ini juga mempertegas citra Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang humanis. “Melalui sinergi Korem 143/HO, Kadin Sultra, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat, Festival Rakyat 2026 kita harapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan yang memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Anton Timbang.

Bagi warga Sultra yang mencari alternatif hiburan malam hingga 20 Juli mendatang, markas Korem 143/HO menjadi jawaban. Kapan lagi bisa berburu kuliner lokal sambil disenyumi pak tentara? Festival ini membuktikan bahwa sinergi aparat dan pelaku bisnis mampu menciptakan ruang publik yang produktif dan inklusif.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: radarkendari.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top