KENDARI — Perdebatan soal lokasi pertemuan akbar perdana KKMM Sultra yang rencananya digelar di eks MTQ Kota Kendari mulai mereda setelah salah satu tokoh masyarakat Muna angkat bicara. La Ode Djohan Boy (72) menilai polemik yang muncul justru mengalihkan fokus dari tujuan utama organisasi, yakni mempererat silaturahmi dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Djohan Boy mengatakan, pemilihan Kota Kendari sebagai lokasi pertemuan merupakan hal yang wajar karena struktur pengurus KKMM tingkat kabupaten/kota belum terbentuk. Ia menegaskan, pelaksanaan kegiatan di ibu kota provinsi tidak melanggar hukum dan dijamin oleh undang-undang.
"Kalau pengurus KKMM tingkat II atau Kabupaten/Kota kan belum terbentuk. Kedepan jika jajaran pengurus tingkat II telah terbentuk, bisa jadi berdasarkan kesepakatan dan pembahasan silaturahmi KKMM berikutnya dapat diselenggarakan di Muna atau di Kabupaten lain," ungkap Djohan Boy saat ditemui di kediamannya, Sabtu (18/7/2026).
Selain lokasi, rencana pemberian penghargaan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara oleh KKMM juga menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Muna. Namun, Djohan Boy menilai pemberian gelar atau penghargaan merupakan hak prerogatif organisasi terhadap warga negara yang dianggap berprestasi.
"Ditambah dengan rencana pemberian penghargaan kepada Gubernur Sultra oleh KKMM, saya kira juga hal yang biasa saja dan wajar sebab terserah dari organisasi masing-masing atas pemberian gelar atau penghargaan bagi warga negara Indonesia yang dianggap berprestasi," kata Djohan Boy.
Pertemuan akbar KKMM Sultra ini diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu masyarakat Muna yang tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia. Djohan Boy berharap kehadiran organisasi ini bisa memberikan nilai tambah dan kontribusi pemikiran bagi kemajuan pembangunan di Sulawesi Tenggara, khususnya bagi seluruh masyarakat Muna di mana pun berada.
Ia pun mengingatkan agar warga tidak terjebak pada perdebatan yang tidak produktif. Menurutnya, semangat kebersamaan justru harus dikedepankan untuk memperkuat organisasi yang masih baru ini.