Harry Kane Dukung Thomas Tuchel Belajar dari Kegagalan di Semifinal Piala Dunia

Penulis: Lendra Saputra  •  Senin, 20 Juli 2026 | 06:40:01 WIB
Harry Kane menilai kekalahan dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 sebagai pengalaman berharga bagi pelatih Thomas Tuchel.

SULAWESI TENGGARA — Kekalahan 0-1 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka mendalam bagi skuad The Three Lions. Namun, di tengah kekecewaan, kapten tim Harry Kane justru melihat sisi positif yang bisa diambil, terutama bagi pelatih kepala Thomas Tuchel. Menurut Kane, turnamen besar pertama yang dijalani Tuchel bersama Inggris menjadi laboratorium berharga untuk memahami tekanan dan dinamika sepak bola level tertinggi.

Tuchel Dinilai Ciptakan "Kelompok Terbaik" dalam Hal Kebersamaan

Meski gagal ke final, Kane menyebut atmosfer yang dibangun Tuchel sejak menggantikan Gareth Southgate pada 2025 adalah yang terbaik yang pernah ia rasakan. "Kelompok ini luar biasa, yang terbaik dalam hal kebersamaan yang pernah saya ikuti," ujar Kane. Ia menambahkan bahwa pelatih asal Jerman itu berperan besar dalam menciptakan lingkungan tim yang solid dan penuh keyakinan.

Namun, ia juga mengakui bahwa kekalahan dari Argentina tetap menjadi tamparan keras. "Fans pasti marah, dan kami memahaminya. Saat mimpi besar tak terwujud, kritik harus diterima. Kami semua bersedia menerimanya dan menjadikannya motivasi," tegas striker Bayern Munich itu.

Nations League Jadi Ajang Pembuktian Sebelum Piala Dunia Berikutnya

Salah satu sorotan utama adalah minimnya pengalaman Inggris menghadapi lawan-lawan tangguh sebelum turnamen, akibat degradasi dari grup atas Nations League pada 2022. Kini, setelah promosi pada 2024, Inggris akan berhadapan dengan Spanyol, Kroasia, dan Ceko. Laga perdana melawan Spanyol pada 26 September di Wembley akan menjadi ujian sesungguhnya.

Kane menilai turnamen ini krusial untuk mengubah kebiasaan buruk tim yang kerap tampil inferior di momen krusial. "30 menit terakhir melawan Argentina bukanlah tim yang kami inginkan. Kami banyak berdiskusi soal itu, tapi ujungnya kami tetap kalah. Nations League akan menjadi ajang besar untuk membiasakan diri bermain di lingkungan penuh tekanan," jelasnya.

Kane: Tuchel Beri Keyakinan, Tapi Masih Perlu Belajar dari Kesalahan

Kane percaya Tuchel adalah sosok yang tepat untuk membawa Inggris merebut trofi, meski mengakui bahwa taktik pelatih saat melawan Argentina—beralih ke formasi lima bek untuk mempertahankan keunggulan—menuai kritik tajam. "Antusiasme, emosi, dan pengalaman taktis yang ia miliki tidak menjamin segalanya berjalan mulus. Ia juga harus belajar dari situasi ini," ujar Kane.

Ia menambahkan bahwa rasa sakit karena gagal di saat semua orang percaya ini adalah tahunnya Inggris, justru lebih dalam dari kegagalan sebelumnya. "Kami masih dalam tahap berduka. Baru di kamp pelatihan berikutnya kami akan berbicara soal target selanjutnya. Sebagai kapten, saya akan berdiskusi dengan pelatih dan rekan setim untuk mencari celah perbaikan," pungkasnya.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top