JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden telah menerima surat pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Pengumuman itu disampaikan di Kantor BI, Jakarta, Senin pagi, didampingi para anggota Dewan Gubernur.
"Per kemarin (Minggu, 26 Juli), secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur BI kepada Bapak Presiden," kata Prasetyo.
Proses ini merujuk pada mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia. Presiden, menurut Prasetyo, langsung menerima pengunduran diri Perry Warjiyo.
Dalam penerimaan surat tersebut, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. "Disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama tujuh tahun," ujar Prasetyo mengutip pernyataan Presiden.
Perry Warjiyo menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2018. Masa kepemimpinannya mencakup periode penuh tantangan, termasuk pandemi dan tekanan inflasi global.
Pemerintah dan Bank Indonesia masih akan menindaklanjuti mekanisme transisi kepemimpinan di bank sentral. Belum diumumkan siapa yang akan mengisi posisi Gubernur BI secara definitif maupun pelaksana tugas sementara.
Publik dan pelaku pasar menanti kepastian kelanjutan kebijakan moneter ke depan. Perry Warjiyo dikenal sebagai sosok yang konsisten menjaga stabilitas rupiah dan inflasi selama masa jabatannya.