Inflasi Konawe 1,49% Terendah se-Sultra, Bupati Yusran: Pajak Restoran Tembus 88,2% Bukti UMKM Bangkit

Penulis: Mirza Fachri  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:39:01 WIB
Bupati Konawe Yusran Akbar menyampaikan realisasi pajak restoran mencapai 88,2 persen sebagai indikator kebangkitan UMKM di Unaaha, Selasa (4/8/2026).

UNAAHA — Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak rumah makan dan restoran di Kabupaten Konawe melesat hingga 88,2 persen atau mencapai Rp11,9 miliar dari target Rp13,5 miliar. Lonjakan ini disebut Bupati Konawe H. Yusran Akbar sebagai indikator nyata kebangkitan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerahnya.

Angka tersebut dirilis berbarengan dengan data inflasi tahunan Konawe yang hanya 1,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 114,40. Capaian ini menempatkan Konawe jauh di bawah Kabupaten Kolaka yang mencatat inflasi 4,57 persen, Kota Kendari 3,82 persen, dan Kota Baubau 3,03 persen.

Pajak Restoran Naik, Siklus Ekonomi Disebut Sehat

Yusran mengaitkan kenaikan penerimaan pajak restoran dengan geliat aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, sejumlah event dan kegiatan di Konawe yang menyedot animo warga berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM.

"Event-event ini berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di sektor UMKM, yang pada akhirnya berimbas pada penerimaan pajak daerah kita. Ini adalah siklus ekonomi yang sehat," ungkapnya di Unaaha, Selasa (4/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Yusran sembari merespons rilis Berita Resmi Statistik BPS yang mencatat adanya deflasi pada komoditas strategis seperti tomat, sawi hijau, dan kacang panjang. Kondisi ini dinilai menunjukkan pasokan bahan pangan di Konawe tetap aman dan terkendali.

Target Inflasi 2,5±1 Persen dan Kewaspadaan Deflasi

Kendati inflasi tahunan rendah, BPS mencatat terjadi inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,54 persen yang dipicu oleh kelompok transportasi dan perlengkapan rumah tangga. Pemerintah Kabupaten Konawe memastikan tetap berpedoman pada target inflasi nasional.

"Kabupaten Konawe tetap menjaga posisi 2,5+1 persen sebagai acuan target inflasi nasional. Kami terus menjaga jangan sampai terjadi deflasi yang ekstrem, karena itu bisa merugikan petani dan pelaku usaha di hilir," tegas Yusran.

Bupati menyebut koordinasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) terus dilakukan untuk memantau pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok. "Intinya, harga bahan-bahan pokok harus terkendali," ujarnya.

Harga Pangan Terkendali, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Data BPS menunjukkan inflasi tahunan Konawe yang rendah tidak terlepas dari terkendalinya harga pangan bergejolak. Deflasi pada komoditas sayuran seperti tomat, sawi hijau, dan kacang panjang menjadi penyeimbang tekanan inflasi dari sektor transportasi.

Dengan sinergi antara pengendalian inflasi dan pertumbuhan sektor riil, Pemkab Konawe optimistis menutup tahun 2026 dengan stabilitas harga dan pendapatan daerah yang optimal. Kombinasi data BPS dan realisasi PAD ini menjadi modal utama menjaga iklim usaha tetap kondusif hingga akhir tahun.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: persadakita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top