Pencarian

Apple Batasi Laporan Bug Bounty Akibat Banjir Temuan Palsu dari AI

Rabu, 05 Agustus 2026 • 02:55:31 WIB
Apple Batasi Laporan Bug Bounty Akibat Banjir Temuan Palsu dari AI
Apple memberlakukan pembatasan laporan program bug bounty setelah membanjirnya temuan palsu yang dihasilkan AI.

SULAWESI TENGGARA — Program bug bounty Apple, yang menawarkan hadiah hingga US$5 juta (sekitar Rp82,5 miliar) untuk celah keamanan kelas berat, kini membatasi jumlah laporan yang bisa diajukan peneliti. Kebijakan ini dipicu oleh membanjirnya laporan berkualitas rendah dari pemburu bug amatir yang mengandalkan AI untuk menemukan kerentanan, seperti dikutip dari laporan Financial Times.

Bynario Terhambat Melaporkan Celah Kritis macOS

Startup keamanan siber asal Spanyol, Bynario, menjadi korban pertama dari kebijakan baru ini. Perusahaan tersebut menggunakan ChatGPT untuk memindai sistem macOS dan berhasil menemukan lebih dari 50 bug hanya dalam tiga pekan.

Salah satu temuan Bynario adalah celah privilege escalation yang memungkinkan penyerang mendapatkan akses tak terbatas ke Mac. Namun, perusahaan tidak bisa melaporkan temuan kritis ini karena kuota laporan mereka sudah habis. Bynario telah mengirim delapan laporan pada 2025 dan lima laporan lagi di awal 2026 sebelum akhirnya terkena pembatasan.

Kualitas Laporan Menurun Drastis

Apple menyatakan sistem peninjauan bug mereka menerima volume tinggi laporan buruk dari pemburu bug amatir yang menggunakan AI untuk mencari celah. Banyak laporan yang masuk ternyata tidak mengandung kerentanan nyata, dan temuan asli justru tenggelam di antara tumpukan laporan palsu ini.

Pendiri Bynario menyebut situasi ini sebagai "masa yang sangat sulit bagi industri" karena perusahaan-perusahaan teknologi "kebanjiran oleh jumlah bug yang luar biasa banyak." Apple sendiri telah menghubungi Bynario dan sedang meninjau kembali laporan yang diajukan perusahaan tersebut.

AI Jadi Sumber Masalah Sekaligus Solusi

Ironisnya, Apple juga memanfaatkan AI untuk menyaring laporan yang masuk, meskipun tim keamanan manusianya tetap menjadi peninjau utama. Teknologi AI juga membantu Apple menemukan banyak bug—pembaruan iOS 26.6 terbaru memperbaiki hampir 90 kerentanan keamanan, sebagian di antaranya ditemukan dengan bantuan Claude dari Anthropic dan Codex Security dari OpenAI.

Aturan Baru dan Cara Mengatasinya

Meski kini ada batasan jumlah laporan terbuka yang bisa diajukan peneliti, Apple tetap membuka jalur bagi peneliti untuk meminta penambahan kuota. Langkah ini diambil untuk memastikan tim keamanan Apple tidak melewatkan kerentanan kritis yang berpotensi dieksploitasi.

Program bug bounty Apple menawarkan hadiah hingga US$2 juta (sekitar Rp33 miliar) untuk rantai eksploitasi yang digunakan dalam serangan dunia nyata yang canggih. Bonus tambahan bisa meningkatkan total hadiah hingga lebih dari US$5 juta (sekitar Rp82,5 miliar) untuk bug yang ditemukan di versi beta atau yang berhasil melewati Lockdown Mode.

Bagi peneliti keamanan Indonesia yang aktif di program bug bounty, kebijakan ini menjadi pengingat bahwa kualitas laporan jauh lebih penting daripada kuantitas. Mengandalkan AI untuk menemukan bug memang mempercepat proses, tapi verifikasi manual tetap diperlukan sebelum melaporkan temuan ke Apple.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: macrumors.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks