Review 'Lanterns' Episode Perdana: Dua Green Lantern, Satu Invasi Alien, dan Masa Depan DCU

Penulis: Lendra Saputra  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 13:38:31 WIB
Serial "Lanterns" dari HBO memulai penayangan perdananya dengan episode berdurasi penuh yang memperkenalkan dua Green Lantern, yaitu Hal Jordan dan John Stewart.

SULAWESI TENGGARA — Kabar buruk bagi para penggemar yang sempat pesimis dengan masa depan DC Universe (DCU). "Lanterns", serial terbaru HBO yang tayang perdana pekan ini, hadir sebagai angin segar dan bukti nyata bahwa arahan kreatif James Gunn belum berakhir. Dengan skor 4 dari 5 bintang dari Tom's Guide, episode pertama serial ini langsung menyuguhkan narasi yang dewasa, mencekam, dan jauh dari kesan superhero biasa.

Kabar buruk bagi para penggemar yang sempat pesimis dengan masa depan DC Universe (DCU). "Lanterns", serial terbaru HBO yang tayang perdana pekan ini, hadir sebagai angin segar dan bukti nyata bahwa arahan kreatif James Gunn belum berakhir. Dengan skor 4 dari 5 bintang dari Tom's Guide, episode pertama serial ini langsung menyuguhkan narasi yang dewasa, mencekam, dan jauh dari kesan superhero biasa.

Dua Lantern, Tiga Linimasa, dan Satu Misi Tak Terduga

Episode perdana "Lanterns" memakai struktur narasi tiga linimasa berbeda yang berjarak masing-masing satu dekade. Penonton diperkenalkan pada John Stewart kecil di tahun 1996, momen di mana Hal Jordan mengungkap identitasnya sebagai Green Lantern ke publik. Cerita utama berpusat di tahun 2016, ketika Hal mulai melatih John sebagai penerusnya.

Dinamika mentor dan murid ini menjadi konflik awal yang menarik. Hal digambarkan tengah mengalami krisis paruh baya, enggan menerima kenyataan bahwa dirinya mungkin akan segera digantikan. Namun, ketegangan pribadi itu harus mengalah pada keadaan darurat: sebuah insiden penembakan massal di Nebraska yang korbannya ternyata adalah alien.

Aksi Nyata: Interogasi Alien dan Bom Bunuh Diri

Adegan paling menegangkan di episode ini adalah interogasi Hal terhadap seorang pria yang terlihat biasa saja di Nebraska. Dengan kecerdikannya, Hal berhasil memancing pria tersebut untuk mengakui identitas aslinya sebagai alien. Pengakuan itu berujung tragis ketika sang alien meledakkan diri, sebuah bom bunuh diri yang nyaris memakan korban jiwa.

Untungnya, cincin kekuatan Hal berhasil menahan ledakan dahsyat tersebut. Namun, insiden ini baru menjadi pembuka. Sang alien hanyalah pengintai tingkat lanjut, dan setelah pertemuan dengan tokoh misterius bernama William Macon, jelas bahwa invasi alien berskala besar sedang mengancam Bumi. Hanya para Lantern yang menyadari bahaya ini.

Kelebihan: Cincin Bukan Sekadar Aksesori

Salah satu kekhawatiran terbesar sebelum serial ini tayang adalah minimnya penggunaan cincin kekuatan demi menjaga kesan realistis. Kekhawatiran itu terbukti keliru. Episode perdana ini secara cerdas menyeimbangkan elemen fiksi ilmiah dengan drama manusia. Penonton disuguhkan aksi konstruksi benda dari ketiadaan, menunjukkan bahwa "Lanterns" tidak malu menjadi serial superhero sejati.

Kualitas akting para pemainnya juga patut diacungi jempol, terutama Aaron Pierre yang berhasil menampilkan sisi rumit John Stewart, termasuk konflik dengan ayahnya dan hubungan terlarang dengan istri William Macon (Poorna Jagannathan).

Kekurangan: Masalah Usia Karakter yang Mengganggu

Meski aktingnya solid, casting serial ini memiliki satu kelemahan mencolok: kesenjangan usia antar generasi karakter yang terlihat tidak masuk akal. Beberapa tokoh yang secara narasi berbeda generasi justru terlihat sebaya di layar. Hal ini memang bukan masalah besar yang menggagalkan cerita, tetapi cukup mengganggu bagi penonton yang memperhatikan detail.

Kesimpulan: Awal yang Menjanjikan untuk Masa Depan DCU

Episode perdana "Lanterns" berhasil membangun fondasi yang kuat. Dengan misteri invasi yang menggantung, hubungan mentor-murid yang kompleks, dan aksi cincin kekuatan yang memuaskan, serial ini layak menjadi tontonan wajib. Jika Damon Lindelof dan tim mampu mempertahankan kualitas ini di tujuh episode berikutnya, posisi James Gunn sebagai nahkoda DC Studios akan semakin aman. "Lanterns" kini dapat disaksikan di HBO Max.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top