Bukan Tarik Tambang Biasa, Karyawan KAI Sumbar Adu Kekuatan Pindahkan Lokomotif 42 Ton

Penulis: Mirza Fachri  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:16:31 WIB
Karyawan KAI Divre II Sumatera Barat menarik lokomotif BB 203 berbobot 42 ton dalam lomba tarik tambang di Sulawesi Tenggara.

SULAWESI TENGGARA — Berbeda dari lomba tarik tambang konvensional, para peserta harus menggerakkan lokomotif BB 203 yang beratnya puluhan kali lipat tubuh manusia. Sistem yang dipakai adalah adu cepat—tim yang paling sigap menarik lokomotif dari garis start hingga finis keluar sebagai pemenang.

Ari Sanjaya, salah satu peserta, mengaku momen paling menantang justru di awal tarikan. "Saat lokomotif masih diam, di situ butuh kekompakan total. Mulai dari tenaga, tumpuan kaki, sampai aba-aba agar tarikan serentak. Setelah bergerak, tarikannya terasa jauh lebih ringan," ungkapnya.

Kemenangan Tim Kolaboratif dan Makna di Balik Perlombaan

Setelah melalui adu kekuatan yang ketat, Tim Kolaboratif berhasil keluar sebagai juara. Tim ini diperkuat oleh Gema Fauzani Aprimarza, Najiburrahman, Syafrizon, Yoga Syafriadi, Ari Sanjaya, Nofrizal Hasan, Yusuf Hendryan, Rivo Dinata, Ade Nofendri Yamalta, Azwirman, Feri Gunawan, dan Rahadi Fareza.

Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya, menegaskan lomba ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, bobot 42 ton yang hanya bisa digerakkan oleh puluhan orang secara bersamaan adalah metafora sempurna untuk operasional perkeretaapian.

"Kalau hanya mengandalkan satu atau dua orang, lokomotif itu tidak akan bergeser sedikit pun. Begitu juga pekerjaan kita. Ada yang mengurusi sarana, prasarana, operasi, pelayanan, keamanan, komersial, hingga kehumasan. Semuanya punya peran dan harus saling mendukung," ujar Lutfi.

Membangun Chemistry di Luar Rutinitas Kerja

Lutfi menambahkan, ajang ini menjadi ruang bagi karyawan dari berbagai unit untuk berinteraksi di luar pekerjaan sehari-hari. Ia berharap chemistry yang terbangun di arena lomba bisa terbawa ke lingkungan kerja.

"Kita ingin insan KAI tidak hanya bekerja sebagai satu organisasi, tetapi merasa sebagai satu keluarga besar. Ketika hubungan antarkaryawan baik, komunikasi lancar, pada akhirnya pelayanan ke pelanggan ikut membaik," jelasnya.

Semangat Kemerdekaan untuk Tantangan Pekerjaan

Kepala Humasda KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menilai lomba ini punya pesan kuat tentang pentingnya koordinasi. Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi pelepas penat dari rutinitas sekaligus mempererat silaturahmi.

Selain tarik lokomotif, rangkaian lomba lain seperti balap kelereng, balap karung, estafet tepung, dan gantung keranjang turut meramaikan suasana. Seluruh kegiatan berlangsung meriah dengan dukungan suporter dari berbagai unit kerja.

Lutfi berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti di arena lomba. "Kalau lokomotif 42 ton saja bisa kita gerakkan bersama, tantangan pekerjaan seberat apa pun harus kita hadapi bareng-bareng. Mari terus bergerak maju dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tutupnya.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: investigasi.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top