SULAWESI TENGGARA — Replika seukuran aslinya ini bukan sekadar pajangan statis. Setelah dirakit, pengguna bisa menekan tombol di controller Duke untuk mengaktifkan empat rangkaian lampu dan suara khas. Tiga diorama bertema Halo: Combat Evolved, Psychonauts, dan The Elder Scrolls III: Morrowind bisa diselipkan langsung ke badan konsol, masing-masing lengkap dengan minifigur NanoWorld berukuran satu inci.
Xbox original tetap dianggap sebagai salah satu desain konsol terbaik yang pernah ada—kotak hitam besar dengan lekukan khas yang langsung dikenali. Mattel menghadirkan kembali ikon itu dalam bentuk blok fisik yang bisa dirakit, mirip konsep LEGO, dengan detail yang cukup tinggi untuk ukuran mainan koleksi.
Ini bukan kali pertama Xbox dibuat ulang dalam format blok. Beberapa tahun lalu, Mega meluncurkan replika Xbox 360 berlisensi resmi yang lebih kecil dan dijual sekitar US$ 180 (Rp 2,9 juta). Replika itu juga bisa dirakit menjadi hard drive yang bisa dilepas, controller, dan kotak game Halo 3.
Pengumuman ini datang di tengah tahun yang berat bagi divisi gaming Microsoft. Beberapa bulan terakhir diwarnai PHK massal, kenaikan harga konsol, dan penurunan pendapatan kuartalan sebesar US$ 1,7 miliar. Xbox sedang menjalani restrukturisasi besar-besaran dengan fokus memperkuat IP andalan seperti Fallout dan Gears of War.
Replika ini juga hadir menjelang perayaan ulang tahun perak Xbox, yang menurut bahan rilis akan dikirim mulai Oktober. Bagi penggemar yang ingin punya memorabilia fisik tanpa harus membeli konsol bekas yang rawan rusak, opsi rakitan ini menawarkan cara berbeda untuk memiliki bagian dari sejarah gaming.
Harga US$ 330 memang tidak murah, tapi fitur interaktif dan detail diorama membuatnya lebih dari sekadar replika diam. Yang perlu dicatat, ini produk koleksi—bukan konsol fungsional—jadi ekspektasinya adalah sebagai pajangan bernilai estetika dan nostalgia.