SULAWESI TENGGARA — Printer HP Laser 1008a yang rilis pada 2023 selama ini menjadi "anak tiri" bagi pengguna Mac. Pasalnya, perangkat yang sebenarnya merupakan printer rebrand dari Samsung ini hanya punya driver resmi untuk Windows dan Linux. Alhasil, pemilik Mac tidak punya pilihan selain mencari printer lain atau memakai mesin virtual.
Kondisi itu mendorong Kuber Mehta, developer asal India, untuk mencari jalan keluar. Alih-alih menulis driver dari nol secara manual, ia memanfaatkan Claude Code — alat pemrograman berbasis baris perintah (command-line) yang dikembangkan oleh Anthropic — untuk membangun driver khusus macOS. Hasilnya kini dipublikasikan di GitHub dengan lisensi MIT, artinya gratis dan bisa dipakai siapa saja.
HP Laser 1008a bukan printer biasa. Perangkat ini masuk kategori host-based printer yang tidak memiliki prosesor dan memori untuk menerjemahkan data cetak secara mandiri. Semua pemrosesan gambar dilakukan oleh komputer sebelum dikirim ke printer.
Masalahnya, printer ini berbicara dalam bahasa SPL3 (Samsung Printer Language 3), sebuah format kepemilikan (proprietary) yang tidak didukung macOS. "Mereka tidak mendukung PostScript atau PCL," tulis Mehta dalam dokumentasi GitHub-nya. Ini berarti tidak ada satu pun driver SPL3 yang pernah dirilis untuk macOS sebelumnya.
Membuat driver ini bukan pekerjaan sekali jadi. Mehta mengaku butuh sekitar 30 hingga 40 prompt atau perintah untuk menyelesaikannya. Prosesnya berlapis: mulai dari menginstal driver pembanding, menganalisis halaman error printer untuk memahami protokolnya, hingga menjalankan codec rastertospl milik HP di dalam kontainer Linux agar bisa menghasilkan data SPL3 yang asli.
Menariknya, Claude Code tidak bekerja sendiri. Mehta harus mengoreksi berbagai asumsi keliru yang dibuat AI selama proses pengembangan. Hasil akhirnya bukan sekadar driver sederhana, melainkan sebuah helper IOKit native yang ringan, tanpa ketergantungan pada Python atau libusb, dan bisa dipasang cepat lewat Terminal.
Kabar baiknya, driver buatan Mehta tidak hanya bekerja untuk Laser 1008a. Printer sekelasnya dalam seri yang sama — yakni HP Laser 1003, 1006a, dan 1006w — juga disebut kompatibel. Driver ini bekerja dengan cara menambal paket open-source SpliX, yang selama ini hanya mendukung bahasa SPL2 dan SPLc, sehingga kini bisa menangani printer SPL3.
Bagi pengguna yang penasaran, kode sumber lengkap dan petunjuk instalasi sudah tersedia di repositori GitHub milik Mehta. Proyek ini juga membuktikan bahwa AI generatif bisa dipakai untuk menyelesaikan masalah teknis yang sangat spesifik — bahkan yang sebelumnya dianggap mustahil karena kurangnya dukungan resmi dari vendor.
Untuk pengguna Mac yang selama ini menyimpan HP Laser 1008a di gudang karena tidak kompatibel, solusi ini layak dicoba. Meski begitu, perlu diingat bahwa ini adalah proyek komunitas, bukan driver resmi dari HP. Jika printer dipakai untuk kebutuhan kantor yang krusial, sebaiknya tetap mengandalkan perangkat dengan dukungan resmi macOS atau AirPrint.