KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengukuhkan Pengurus IKA SMAN 1 Kendari masa bakti 2025-2029 di Aula SMAN 1 Kendari, Senin (24/8/2026). Andi Ady Aksar dipercaya memegang kursi ketua untuk periode lima tahun ke depan.
Pengukuhan ini tidak sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Gubernur secara tegas meminta jajaran pengurus baru untuk bergerak lebih jauh dari sekadar forum silaturahmi antaralumni.
"Selamat kepada pengurus yang baru. Saya berharap pengurus dapat bekerja dan memberikan kontribusi untuk mengembangkan SMA 1 Kendari," ujar Andi dalam sambutannya.
Gubernur menilai IKA SMAN 1 Kendari memiliki posisi strategis. Anggotanya berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari kepala dinas hingga pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sultra maupun pemerintah kabupaten dan kota.
Keberagaman itu, menurut Andi, menjadi modal besar untuk membangun kolaborasi nyata dalam memajukan pendidikan. Ia mendorong agar jejaring yang ada tidak berhenti pada hubungan sosial, tetapi diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi sekolah dan siswa.
Di hadapan para pengurus yang baru dikukuhkan, Andi Sumangerukka turut memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Provinsi Sultra. Ia berharap para alumni dapat mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui kapasitas dan bidang masing-masing.
Harapan tersebut disambut langsung oleh Ketua IKA SMAN 1 Kendari, Andi Ady Aksar. Ia menyatakan kesiapannya menjalankan amanah bersama jajaran pengurus yang baru dilantik.
"Kepengurusan baru akan berupaya menjadikan IKA sebagai wadah yang mempererat hubungan antarlulusan," kata Andi Ady.
Andi Ady menegaskan bahwa potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang akan dioptimalkan untuk mendukung kemajuan almamater. Ia meyakini jejaring yang luas mampu memperkuat kontribusi IKA terhadap pengembangan SMAN 1 Kendari ke depan.
Dengan komposisi pengurus yang baru, tantangan terbesar IKA SMAN 1 Kendari adalah membuktikan bahwa organisasi alumni bisa menjadi mitra strategis sekolah, bukan hanya sekadar wadah temu kangen.