Pangeran Harry Mundur dari Dewan African Parks, Organisasi Masih Tanggung Kasus Pelanggaran HAM

Penulis: Lendra Saputra  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:48:31 WIB
Pangeran Harry resmi mundur dari dewan African Parks, organisasi konservasi yang tengah menangani kasus pelanggaran HAM.

SULAWESI TENGGARA — Juru bicara Duke of Sussex membenarkan bahwa Harry tidak lagi tercatat sebagai anggota dewan African Parks. Meski demikian, penasihatnya menegaskan bahwa komitmen Harry terhadap misi konservasi di Afrika tidak berubah.

"Komitmennya terhadap konservasi di Afrika tetap berlanjut dan ia tetap menjadi pendukung misi African Parks," kata juru bicara itu, seperti dikutip People pada Senin (24/8).

Harry pertama kali terlibat dengan African Parks pada 2016, setahun kemudian diangkat sebagai presiden, dan masuk jajaran dewan direksi pada 2023. Kepergiannya dari organisasi nirlaba ini terjadi kurang dari setahun setelah African Parks mengakui adanya pelanggaran HAM dalam operasionalnya.

Pengakuan Pelanggaran HAM dan Tindak Lanjut Organisasi

Pada Mei 2025, African Parks mengakui hasil penyelidikan independen yang digelarnya. Investigasi itu diluncurkan setelah muncul tuduhan bahwa sejumlah petugas penjaga memperkosa, memukuli, dan menyiksa masyarakat adat di kawasan taman nasional yang mereka kelola.

"Kami sangat menyesalkan rasa sakit dan penderitaan yang ditimbulkan kepada para korban," demikian pernyataan resmi African Parks.

Organisasi itu juga mengakui adanya kelemahan sistem dan prosedur, terutama pada masa awal pengelolaan Taman Nasional Odzala-Kokoua. African Parks menyatakan akan mengambil tindakan terhadap staf yang terlibat jika bukti yang cukup tersedia.

Rentetan Mundurnya Harry dari Badan Amal di Afrika

Langkah ini menambah catatan baru bagi Harry dalam pengelolaan badan amalnya di Afrika. Pada Maret 2025, ia bersama Pangeran Seeiso dari Lesotho mundur sebagai pelindung Sentebale di tengah perselisihan internal. Charity Commission Inggris kemudian menilai konflik terbuka di Sentebale telah merusak reputasi badan amal tersebut.

Kode tata kelola African Parks sendiri membatasi masa jabatan pengurus maksimal sembilan tahun. Harry tercatat aktif selama hampir satu dekade, dan juru bicaranya menyebut dukungannya terhadap penguatan dewan organisasi sebagai alasan di balik keputusan ini.

Kepulangan ke Inggris dan Rencana Keluarga

Kabar ini muncul bersamaan dengan rencana Harry kembali ke Inggris bersama Meghan Markle dan kedua anaknya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet. Keluarga tersebut dijadwalkan tiba bulan ini dan tinggal dalam periode yang lebih panjang.

Kedua anak Harry dan Meghan juga dijadwalkan mulai bersekolah di Inggris dalam beberapa pekan mendatang. Raja Charles disebut telah mengetahui rencana kepulangan mereka sejak 16 Agustus dan menyambut kesempatan untuk lebih sering bertemu dengan Harry dan keluarganya secara pribadi.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top