SULAWESI TENGGARA — Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menlu Selandia Baru Winston Peters memimpin langsung pertemuan JMC tersebut. Dalam forum ini, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperdalam kemitraan yang sudah berjalan, terutama di tengah tantangan pangan global yang kian dinamis.
"Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia," ujar Sugiono dalam pernyataan resmi yang dikutip, Minggu (30/8/2026).
Poin utama yang dibahas adalah langkah konkret meningkatkan produktivitas pertanian dan pengembangan peternakan sapi. Selandia Baru dikenal sebagai salah satu negara dengan industri peternakan dan agrikultur paling maju di dunia, sehingga peluang transfer teknologi dan praktik terbaik dinilai terbuka lebar bagi Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kapasitas petani dan peternak lokal. Dengan begitu, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan pangan yang lebih terjangkau dan berkualitas.
Di luar sektor pangan, kedua negara juga mendorong penguatan kapasitas di bidang energi terbarukan. Indonesia disebut-sebut bakal mendapat dukungan pengembangan energi panas bumi dan tenaga surya, sejalan dengan target transisi energi nasional.
Pada sektor perdagangan, pembahasan difokuskan pada implementasi sertifikasi halal. Langkah ini dinilai strategis untuk memfasilitasi sekaligus meningkatkan volume ekspor dan impor produk halal di antara kedua negara. Sinergi ini membuka peluang lebih besar bagi produk Indonesia menembus pasar Selandia Baru, sekaligus mendatangkan investasi dan produk berkualitas ke dalam negeri.
Di bidang pendidikan, Indonesia dan Selandia Baru sepakat terus mendorong peningkatan peluang beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Prioritas diberikan pada bidang-bidang studi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional, seperti teknologi, pertanian modern, dan energi.
Kedua menlu juga bertukar pandangan mengenai isu regional dan global. Indonesia dan Selandia Baru menegaskan komitmen bersama untuk mendukung stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik. Kolaborasi akan terus diperkuat melalui forum regional seperti ASEAN dan Pacific Islands Forum (PIF).
Sugiono menyambut baik rencana keketuaan Selandia Baru di PIF pada 2027 dan berharap kepemimpinan tersebut berjalan sukses. Forum JMC sendiri menjadi mekanisme utama dialog bilateral untuk meninjau implementasi Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia–Selandia Baru periode 2025–2029.
Sebagai hasil pertemuan, kedua negara mengeluarkan Joint Statement yang memuat kesepahaman untuk memperkuat dan menindaklanjuti berbagai kesepakatan kerja sama ke depan. Pertemuan tahun ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang akan dirayakan pada 2028.